Tujuh Langit Dalam Agama Islam

Al-Qur'an dan Hadist sering menyebutkan keberadaan tujuh samāwāt (سماوات), bentuk jamak dari samāʾ (سماء), yang berarti langit atau bola langit. Tujuh samāwāt berarti tujuh langit. Alam semesta memungkinkan adanya dimensi-dimensi ekstra, berupa tambahan dimensi ruang atau waktu di luar dimensi yang kita ketahui (3 dimensi ruang + 1 dimensi waktu, dikenal dengan istilah ruangwaktu).

Ilustrasi mengenai tujuh langit. (Pixabay)
Teori relativitas Einstein menjelaskan bahwa benda-benda besar seperti bumi membelokkan jalinan ruangwaktu. Ketika benda-benda besar tersebut bergerak (misalnya revolusi bumi), mereka menciptakan gelombang, seperti serangkaian ombak di permukaan air,  yang disebabkan oleh benda yang jatuh ke dalamnya atau disebabkan oleh angin sepoi-sepoi. Gelombang pada ruangwaktu tersebut dikenal sebagai gelombang gravitasional (gravitational wave).

Al-Qur'an menyatakan sebagai berikut:

Demi langit yang mempunyai hubuk. [Surat Adz-Dzariyat ayat 7]

Menurut Ibnu Abbas (ra), definisi hubuk (الْحُبُكِ) adalah keadaan penuh gelombang seperti gelombang air saat dihantam angin, atau seperti gelombang pasir saat tertiup angin, atau seperti gelombang pada rambut keriting atau seperti gelombang baju besi yang terbuat dari besi. Gelombang gravitasional memiliki pola yang mirip dengan hubuk. Ibnu Abbas juga berpendapat bahwa hubuk memiliki keterkaitan dengan tujuh langit. Dengan kata lain, gelombang gravitasional memiliki keterkaitan dengan tujuh langit.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita bergerak ke kanan atau ke kiri, bergerak maju atau mundur, bergerak naik atau turun, waktu lebih awal atau lebih lambat. Dunia sehari-hari yang dialami indra kita, merupakan 3 + 1 dimensi. Alam semesta diperkirakan memiliki satu atau lebih dimensi ekstra yang muncul pada skala yang sangat besar, membuat alam semesta mengalami percepatan. Dalam teori-teori ini, cahaya dan materi terbatas hanya pada empat dimensi yang kita tahu, adapun gravitasi mampu "menerobos" menuju dimensi lain. Akibatnya, gravitasi menjadi sedikit lebih lemah. Cahaya tidak mampu menembus dimensi ekstra sehingga tidak dipengaruhi oleh dimensi-dimensi tersebut.

Ilustrasi mengenai gelombang gravitasional. (Wikimedia)
Al-Qur'an memberikan keterangan bahwa dari tujuh langit, masing-masing memiliki planet dengan karakteristik menyerupai bumi yang kita tinggali, seperti dijelaskan dalam ayat berikut:

Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu. [Surat At-Talaq Ayat 12]

Menurut penjelasan Ibnu Katsir, makna ayat di atas adalah Allah (SWT) menciptakan tujuh bumi, artinya ada enam bumi lain selain yang kita tempati.

Diriwayatkan oleh Malik bin Sasaa:

Bahwa Nabi (ﷺ) berbicara kepada mereka tentang malam beliau naik ke langit (jamak). Beliau berkata, "(Kemudian Jibril membawaku) dan naik sampai dia mencapai langit kedua di mana dia meminta pintu gerbang dibuka, tetapi dia ditanya, 'Siapa itu?' Jibril menjawab, 'Aku adalah Jibril.' Dia ditanya, 'Siapa yang menemanimu?' Dia menjawab, 'Muhammad.' Ditanya, 'Apakah dia sudah dipanggil?' Dia berkata, 'Ya.' Ketika kami mencapai langit kedua, aku melihat Yahya (as) dan Isa (as) yang adalah saudara sepupu. Jibril berkata, 'Mereka ini adalah Yahya (as) dan Isa (as), maka sambutlah mereka.' Aku menyapa mereka dan mereka membalas ucapan yang mengatakan, 'Selamat datang, wahai saudara yang saleh dan nabi yang saleh." (Sahih al-Bukhari, Vol. 4, Book 55, Hadith 640. Lihat juga Riyad as-Salihin, Book 6, Hadith 874)

Teori terkenal yang membahas mengenai keberadaan dimensi-dimensi ekstra adalah teori string. Teori ini memiliki satu konsekuensi yang sangat unik yang tidak dimiliki teori fisika lain sebelumnya: teori string memprediksi jumlah dimensi ruangwaktu. Agar matematika teori string konsisten, jumlah dimensi ruangwaktu harus 10. Awalnya banyak kritikan terhadap teori string. Jika teori tersebut memprediksi 10 dimensi kemudian Anda melihat sekeliling dan hanya melihat empat (tiga dimensi ruang dan satu dimensi waktu) maka Anda mungkin bertanya: "Di mana enam dimensi lainnya?"

Perumpamaan manusia terhadap keberadaan dimensi-dimensi ekstra adalah seperti ikan-ikan terhadap kehidupan di luar telaga. (Wikimedia)
Ruangwaktu 3 + 1 dimensi kita dikelilingi oleh ruang tak terbatas berupa dimensi ekstra dunia-brane. Ruangwaktu dimensi kelima ini dicirikan oleh jari-jari kelengkungannya: semakin besar jari-jari kelengkungan, semakin terlihat datar (sama seperti persepsi kita terhadap bumi: semakin besar jari-jari bumi, semakin kelihatan datar). Gelombang gravitasional dapat mengambil jalan pintas menuju dimensi ekstra dunia-brane, lebih cepat dibanding foton (cahaya). Dalam sebuah penelitian, para ilmuwan menetapkan tingkat kepercayaan 95% dari 1,997 Megaparsec pada jari-jari kelengkungan dimensi kelima. Artinya, kita dapat yakin 95% bahwa jari-jari kelengkungan dimensi kelima kurang dari 6,5 juta tahun cahaya.

Agar dapat memperoleh pemahaman mengenai apa itu dimensi ekstra, bayangkan Anda hidup di telaga. Anda adalah seekor ikan dengan mata di kedua sisi kepala Anda dan yang Anda tahu hanyalah dunia bawah laut; seperti bebatuan sedimen, lumut dan ikan-ikan lain yang berenang di sekitar Anda. Sinar matahari masuk, redup dan dibiaskan, melalui air. Anda menjalani hidup Anda dengan keyakinan bahwa dunia bawah laut ini adalah semua yang ada karena hanya itu yang dapat Anda alami. Namun, ada lingkungan yang sama sekali baru di luar garis pandang Anda; di mana hewan tidak perlu air untuk bernapas dan tanaman tumbuh pada tanah yang kering. Kita adalah ikan-ikan itu dan dimensi yang lebih tinggi itu adalah lingkungan baru yang tidak bisa kita lihat. Wallaahu a’lam bishawaab.

Sumber:

Daily Beast - A WRINKLE IN SPACETIME, Are We Closer to Finding a Fifth Dimension?

Medium - The Ten Dimensions, Simplified.

Oskar Klein Centre - HUNTING FOR EXTRA DIMENSIONS WITH GRAVITATIONAL WAVES.

Plus Magazine - The ten dimensions of string theory.

Quranx - Tanwîr al-Miqbâs min Tafsîr Ibn ‘Abbâs & Tafsir Ibnu Katsir.

Sunnah - Sahih al-Bukhari & Riyad as-Salihin.