Debu umumnya terdiri dari partikel di atmosfer yang berasal dari berbagai sumber seperti tanah, debu yang terangkat oleh cuaca (proses aeolian) serta letusan gunung berapi. Para peneliti telah menganalisis debu dari sampel batu gamping kuno yang dikumpulkan di wilayah Pilbara di Australia Barat. Hasilnya, partikel debu kosmik tersebut berusia 2,7 miliar tahun dan merupakan debu kosmik tertua yang pernah ditemukan di Bumi.
Debu kosmik adalah debu yang ada di luar angkasa, serta di seluruh bagian planet Bumi. Sebagian besar partikel debu kosmis berukuran hingga 0,1 μm. Berdasarkan studi, sebanyak 40.000 ton debu kosmik mencapai permukaan Bumi setiap tahun. Pada Maret 2017, para ilmuwan melaporkan bahwa partikel debu kosmik telah diidentifikasi di seluruh planet Bumi. Menurut salah satu peneliti, "Setelah saya tahu apa yang harus dicari, saya menemukan debu tersebut ada di mana-mana."
Al-Qur'an menjelaskan bahwa manusia diciptakan dari debu yang ada di Bumi seperti dinyatakan dalam ayat berikut:
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari turabin, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak. [Surat Ar-Rum Ayat 20]
Tafsir Jalalayn, Tafsir Ibn Kathir, serta Ibn Abbas ra memaknai turabin (تُرَابٍ ) sebagai debu. Maksudnya adalah bahwa Nabi Adam as sebagai leluhur umat manusia diciptakan dari debu. Kemudian dari beliau, manusia beranak-pinak dan memenuhi seluruh penjuru Bumi. Sebelum ada tata surya, ruang angkasa dihuni bintang-bintang dengan ukuran sekitar enam kali lebih besar dari Matahari. Bintang-bintang itu disebut Asymptotic Giant Branch atau bintang-bintang AGB. Setelah daur hidup bintang tersebut habis, bintang itu akan meledak dan mengeluarkan butiran-butiran debu di ruang angkasa. Bumi kita diyakini terbentuk dari debu tersebut sekitar 4,543 miliar tahun yang lalu.
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra:
Nabi (ﷺ) bersabda: "Manusia seharusnya berhenti membual tentang ayah mereka yang telah meninggal, sementara mereka hanyalah bara neraka, atau mereka akan lebih dipermalukan dengan Allah Swt daripada kumbang kotoran yang menggulung kotoran dengan hidungnya. Sesungguhnya Allah Swt menyingkirkan Jahiliyyah darimu, berupa membual tentang garis keturunan. [Sesungguhnya manusia kalau tidak] seorang yang saleh, atau [sebaliknya] orang berdosa yang menyedihkan. Semua manusia adalah anak-anak Adam, dan Adam [diciptakan] dari debu. " (Jami at-Tirmidhi Vol. 1, Book 46, Hadith 3955)
Selama beberapa dekade, para ilmuwan berpendapat bahwa tubuh manusia terbuat dari debu kosmik. Penelitian dari 150.000 bintang menunjukkan bahwa pendapat tersebut benar. Manusia dan galaksi bima sakti memiliki kesamaan berupa unsur-unsur kehidupan sekitar 97 persen. Unsur-unsur kehidupan terdapat di pusat galaksi. Di Bumi, unsur-unsur tersebut disebut blok bangunan kehidupan. Biasanya disingkat CHNOPS meliputi: karbon, hidrogen, nitrogen, oksigen, fosfor dan sulfur.
Al-Qur'an menjelaskan hal ini dalam ayat berikut:
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. [Surat Al-Mu’minun Ayat 12]
Saripati atau sulalatin (سُلَالَةٍ) adalah inti yang terpenting dari tanah, dalam hal ini adalah blok bangunan kehidupan berupa enam elemen kimia seperti yang sudah disebut di atas. Tubuh manusia dewasa rata-rata 70 kg mengandung sekitar 7 × 1027 atom. Selain itu juga mengandung setidaknya 60 unsur kimia yang dapat dideteksi. Sebagian besar elemen yang dibutuhkan untuk hidup ditemukan di kerak bumi.
![]() |
| Debu dari lumpur yang mengering. (Pixabay) |
Al-Qur'an menjelaskan bahwa manusia diciptakan dari debu yang ada di Bumi seperti dinyatakan dalam ayat berikut:
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari turabin, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak. [Surat Ar-Rum Ayat 20]
Tafsir Jalalayn, Tafsir Ibn Kathir, serta Ibn Abbas ra memaknai turabin (تُرَابٍ ) sebagai debu. Maksudnya adalah bahwa Nabi Adam as sebagai leluhur umat manusia diciptakan dari debu. Kemudian dari beliau, manusia beranak-pinak dan memenuhi seluruh penjuru Bumi. Sebelum ada tata surya, ruang angkasa dihuni bintang-bintang dengan ukuran sekitar enam kali lebih besar dari Matahari. Bintang-bintang itu disebut Asymptotic Giant Branch atau bintang-bintang AGB. Setelah daur hidup bintang tersebut habis, bintang itu akan meledak dan mengeluarkan butiran-butiran debu di ruang angkasa. Bumi kita diyakini terbentuk dari debu tersebut sekitar 4,543 miliar tahun yang lalu.
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra:
Nabi (ﷺ) bersabda: "Manusia seharusnya berhenti membual tentang ayah mereka yang telah meninggal, sementara mereka hanyalah bara neraka, atau mereka akan lebih dipermalukan dengan Allah Swt daripada kumbang kotoran yang menggulung kotoran dengan hidungnya. Sesungguhnya Allah Swt menyingkirkan Jahiliyyah darimu, berupa membual tentang garis keturunan. [Sesungguhnya manusia kalau tidak] seorang yang saleh, atau [sebaliknya] orang berdosa yang menyedihkan. Semua manusia adalah anak-anak Adam, dan Adam [diciptakan] dari debu. " (Jami at-Tirmidhi Vol. 1, Book 46, Hadith 3955)
Selama beberapa dekade, para ilmuwan berpendapat bahwa tubuh manusia terbuat dari debu kosmik. Penelitian dari 150.000 bintang menunjukkan bahwa pendapat tersebut benar. Manusia dan galaksi bima sakti memiliki kesamaan berupa unsur-unsur kehidupan sekitar 97 persen. Unsur-unsur kehidupan terdapat di pusat galaksi. Di Bumi, unsur-unsur tersebut disebut blok bangunan kehidupan. Biasanya disingkat CHNOPS meliputi: karbon, hidrogen, nitrogen, oksigen, fosfor dan sulfur.
Al-Qur'an menjelaskan hal ini dalam ayat berikut:
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. [Surat Al-Mu’minun Ayat 12]
Saripati atau sulalatin (سُلَالَةٍ) adalah inti yang terpenting dari tanah, dalam hal ini adalah blok bangunan kehidupan berupa enam elemen kimia seperti yang sudah disebut di atas. Tubuh manusia dewasa rata-rata 70 kg mengandung sekitar 7 × 1027 atom. Selain itu juga mengandung setidaknya 60 unsur kimia yang dapat dideteksi. Sebagian besar elemen yang dibutuhkan untuk hidup ditemukan di kerak bumi.

