Bintang-bintang di langit sebenarnya memiliki masa hidup terbatas. Mereka memiliki bahan bakar yang membuat mereka bersinar terang ketika dilihat dari bumi. Setelah bahan bakar habis, sebagian bintang yang berukuran kecil (low mass star) akan menjadi bintang katai putih, berupa bintang 'mati' yang telah membakar semua bahan bakar hidrogen dan heliumnya. Tetapi katai putih tetap panas untuk beberapa waktu, seperti kompor-kompor yang masih mengeluarkan panas bahkan ketika telah dimatikan.
Setelah semua panas yang tersisa terpancar, katai putih akan mengalami fase akhir menjadi lebih gelap, menjadi hitam, dan tidak lagi memancarkan cahaya. Para ilmuwan menyebutnya katai hitam. Karena tidak memancarkan radiasi, hampir mustahil untuk melihat. Namun, katai hitam masih mempertahankan massa, memungkinkan para ilmuwan untuk mendeteksi efek yang dihasilkan oleh medan gravitasinya. Tidak ada katai hitam untuk saat ini karena katai putih butuh waktu lebih lama dari usia alam semesta (13,8 miliar tahun) untuk menjadi katai hitam.
Allah SWT berfirman sebagai berikut:
Maka apabila bintang-bintang telah ṭumisat. [Surat Al-Mursalat Ayat 8]
Menurut pendapat para ahli tafsir al-Qur'an, makna ṭumisat (طُمِسَتْ) adalah padam cahayanya (bintang). Berarti bahwa bintang-bintang itu masih memiliki wujud berupa massa benda, tetapi tidak memiliki cahaya.
Matahari sendiri termasuk kategori bintang. Dalam waktu 8 miliar tahun, matahari akan menjadi katai putih. Setelah bertahun-tahun, sumber cahaya bagi bumi itu akan menjadi dingin dan berhenti menghasilkan cahaya. Matahari akan menjadi sangat gelap sehingga tidak seorangpun bisa melihatnya. Kemudian, matahari akan menjadi katai hitam.
Di sisi lain, bulan bersinar karena permukaannya memantulkan cahaya dari matahari. Terlepas dari kenyataan bahwa kadang-kadang tampak bersinar sangat terang, bulan sebenarnya hanya memantulkan antara 3 hingga 12 persen sinar matahari yang menerpa. Kecerahan sinar bulan tergantung pada di mana bulan berada di orbitnya pada saat mengelilingi planet bumi. Bulan melakukan perjalanan keliling bumi setiap 29,5 hari, dan selama perjalanannya, ia diterangi dari berbagai sudut matahari. Ketika matahari menjadi katai hitam, secara otomatis bulan menjadi gelap gulita karena tidak lagi menerima pantulan cahaya dari matahari.
Allah SWT berfirman sebagai berikut:
Dan apabila bulan telah hilang cahayanya. [Surat Al-Qiyamah Ayat 8]
Sejak terbentuknya alam semesta 13,8 miliar tahun yang lalu hingga terbentuknya bumi 4,6 miliar tahun yang lalu, telah banyak bintang terbentuk di langit. Menurut para peneliti, pembentukan bintang telah sampai pada puncaknya dalam satu hingga dua dekade terakhir. Tidak cukup banyak bintang-bintang baru yang terbentuk untuk menggantikan bintang-bintang lama yang mati. Para astronom mengatakan bahwa alam semesta semakin lama akan semakin redup.
Dalam lima miliar tahun ke depan begitu banyak bintang yang mati sehingga para ilmuwan memperkirakan bahwa intensitas terang alam semesta akan menjadi setengah dari intensitas saat ini. Ketika semua bintang telah kehabisan bakar maka alam semesta akan menjadi tempat yang dingin dan gelap. Hanya bintang mati (katai hitam) dan lubang hitam yang tersisa. Wallaahu a’lam bishawaab.
Sumber:
Livescience - Why Does the Moon Shine?
Quranx - Tafsir Ibnu Abbas (ra), Tafsir al-Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir.
Space - Black Dwarf Stars: The (Theoretical) End of Stellar Evolution.
The Guardian - Universe is fading away, say astronomers.
Wikipedia - Black dwarf.
![]() |
| Bintang-bintang di langit berfungsi sebagai "lampu alami". Kelak, sebagian dari bintang-bintang itu akan kehilangan cahaya mereka. (Pixabay) |
Allah SWT berfirman sebagai berikut:
Maka apabila bintang-bintang telah ṭumisat. [Surat Al-Mursalat Ayat 8]
Menurut pendapat para ahli tafsir al-Qur'an, makna ṭumisat (طُمِسَتْ) adalah padam cahayanya (bintang). Berarti bahwa bintang-bintang itu masih memiliki wujud berupa massa benda, tetapi tidak memiliki cahaya.
Matahari sendiri termasuk kategori bintang. Dalam waktu 8 miliar tahun, matahari akan menjadi katai putih. Setelah bertahun-tahun, sumber cahaya bagi bumi itu akan menjadi dingin dan berhenti menghasilkan cahaya. Matahari akan menjadi sangat gelap sehingga tidak seorangpun bisa melihatnya. Kemudian, matahari akan menjadi katai hitam.
Di sisi lain, bulan bersinar karena permukaannya memantulkan cahaya dari matahari. Terlepas dari kenyataan bahwa kadang-kadang tampak bersinar sangat terang, bulan sebenarnya hanya memantulkan antara 3 hingga 12 persen sinar matahari yang menerpa. Kecerahan sinar bulan tergantung pada di mana bulan berada di orbitnya pada saat mengelilingi planet bumi. Bulan melakukan perjalanan keliling bumi setiap 29,5 hari, dan selama perjalanannya, ia diterangi dari berbagai sudut matahari. Ketika matahari menjadi katai hitam, secara otomatis bulan menjadi gelap gulita karena tidak lagi menerima pantulan cahaya dari matahari.
Allah SWT berfirman sebagai berikut:
Dan apabila bulan telah hilang cahayanya. [Surat Al-Qiyamah Ayat 8]
Sejak terbentuknya alam semesta 13,8 miliar tahun yang lalu hingga terbentuknya bumi 4,6 miliar tahun yang lalu, telah banyak bintang terbentuk di langit. Menurut para peneliti, pembentukan bintang telah sampai pada puncaknya dalam satu hingga dua dekade terakhir. Tidak cukup banyak bintang-bintang baru yang terbentuk untuk menggantikan bintang-bintang lama yang mati. Para astronom mengatakan bahwa alam semesta semakin lama akan semakin redup.
![]() |
| Ketika matahari tidak lagi memancarkan sinar, bulan secara otomatis tidak lagi mampu menerangi bumi pada malam hari. (Wikimedia) |
Sumber:
Livescience - Why Does the Moon Shine?
Quranx - Tafsir Ibnu Abbas (ra), Tafsir al-Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir.
Space - Black Dwarf Stars: The (Theoretical) End of Stellar Evolution.
The Guardian - Universe is fading away, say astronomers.
Wikipedia - Black dwarf.

