Secara geografis, terdapat kondisi di bumi dimana siang dan malam memiliki perbedaan durasi yang ekstrem. Fenomena tersebut dikenal sebagai titik balik matahari yang terjadi saat bumi amat miring. Peristiwa ini terbagi menjadi dua: titik balik matahari musim panas dan titik balik matahari musim dingin.
Titik balik matahari musim panas terjadi dua kali setahun, sekali di setiap belahan bumi (Utara dan Selatan). Titik balik matahari musim panas terjadi ketika matahari mencapai posisi tertinggi di langit dan merupakan hari dengan periode siang hari terpanjang. Di wilayah Arktik (untuk belahan bumi utara) atau wilayah Antartika (untuk belahan bumi selatan), ada cahaya siang terus menerus di sekitar titik balik matahari musim panas.
Titik balik matahari musim dingin terjadi ketika salah satu kutub bumi memiliki kemiringan maksimum menjauh dari matahari. Peristiwa tersebut terjadi dua kali setahun, sekali di setiap belahan bumi (Utara dan Selatan). Titik balik matahari musim dingin adalah hari dengan periode malam terpanjang sepanjang tahun, ketika matahari berada pada ketinggian harian terendah di langit. Di kutub, ada kegelapan yang terus-menerus di sekitar titik balik matahari musim dingin.
Allah SWT berfirman sebagai berikut:
Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? [Surat Ar-Rahman ayat 17-18]
Kedua tempat terbit matahari secara bahasa adalah dua timur, sedangkan kedua tempat terbenam matahari secara bahasa adalah dua barat. Ibnu Zaid mengatakan bahwa makna "Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari" adalah: terang (siang hari) terpendek dalam satu tahun, dan terang (siang hari) terpanjang dalam tahun yang sama.
Sedangkan makna "Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenam matahari" adalah: gelap (malam hari) terpendek dalam satu tahun, dan gelap (malam hari) terpanjang dalam tahun yang sama. Karena itu, makna "kedua tempat terbit matahari dan kedua tempat terbenam matahari" secara ilmiah adalah titik balik matahari musim panas dan titik balik matahari musim dingin.
Titik balik matahari musim panas terjadi pada bulan Juni di belahan bumi utara dan bulan Desember di belahan bumi selatan. Bergantung pada perubahan kalender, titik balik matahari musim panas terjadi antara 20 Juni hingga 22 Juni di Belahan Bumi Utara dan antara 20 Desember hingga 23 Desember di Belahan Bumi Selatan. Titik balik matahari musim dingin terjadi pada tanggal yang sama di belahan bumi yang berlawanan.
Titik balik matahari telah digunakan peradaban zaman kuno untuk beberapa keperluan. Contohnya adalah dalam bentuk monumen prasejarah Stonehenge. Monumen ini telah lama dipelajari karena kemungkinan berhubungan dengan astronomi kuno. Stonehenge adalah monumen prasejarah di Wiltshire, Inggris. Monumen terdiri dari cincin batu berdiri, dengan masing-masing batu berdiri dengan tinggi 4 meter, lebar 2,1 meter dan berat sekitar 25 ton.
Kebanyakan arkeolog memperkirakan bahwa monumen tersebut didirikan antara 3.000 SM hingga 2.000 SM. Situs ini selaras dengan arah matahari terbit dari titik balik matahari musim panas dan arah matahari terbenam di titik balik matahari musim dingin. Saat matahari terbit di titik balik matahari musim panas, sinar matahari akan bersinar langsung menembus apa yang disebut "batu penjagalan" pada stonehenge. Kemudian secara tepat mengenai "batu altar" di tengahnya.
Beberapa pakar mengatakan bahwa pembangunan monumen Stonehenge lebih terkait dengan titik balik matahari musim dingin. Meskipun kurangnya teknologi dan sumber daya, arsitek Neolitik tahu titik balik matahari musim dingin adalah siang hari terpendek dalam setahun. Jadi, ketika matahari terbenam di titik balik matahari musim dingin, mereka tahu bahwa "segalanya akan menjadi lebih baik". Siang hari akan semakin lama. Cuaca bagus akan kembali sehingga mereka bisa menanam hasil panen berikutnya. Wallaahu a’lam bishawaab.
Sumber:
King Saud University - Tafsir Al-Tabari.
Time - Here's Why Stonehenge Is Connected to the Summer Solstice.
Wikipedia - Archaeoastronomy and Stonehenge, Stonehenge, Summer solstice, Winter solstice.
![]() |
| Titik balik matahari musim dingin terjadi pada bulan Juni untuk belahan bumi selatan (kanan atas) dan bulan Desember untuk belahan bumi utara (kanan bawah). (Wikimedia) |
Titik balik matahari musim dingin terjadi ketika salah satu kutub bumi memiliki kemiringan maksimum menjauh dari matahari. Peristiwa tersebut terjadi dua kali setahun, sekali di setiap belahan bumi (Utara dan Selatan). Titik balik matahari musim dingin adalah hari dengan periode malam terpanjang sepanjang tahun, ketika matahari berada pada ketinggian harian terendah di langit. Di kutub, ada kegelapan yang terus-menerus di sekitar titik balik matahari musim dingin.
Allah SWT berfirman sebagai berikut:
Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? [Surat Ar-Rahman ayat 17-18]
Kedua tempat terbit matahari secara bahasa adalah dua timur, sedangkan kedua tempat terbenam matahari secara bahasa adalah dua barat. Ibnu Zaid mengatakan bahwa makna "Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari" adalah: terang (siang hari) terpendek dalam satu tahun, dan terang (siang hari) terpanjang dalam tahun yang sama.
Sedangkan makna "Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenam matahari" adalah: gelap (malam hari) terpendek dalam satu tahun, dan gelap (malam hari) terpanjang dalam tahun yang sama. Karena itu, makna "kedua tempat terbit matahari dan kedua tempat terbenam matahari" secara ilmiah adalah titik balik matahari musim panas dan titik balik matahari musim dingin.
Titik balik matahari musim panas terjadi pada bulan Juni di belahan bumi utara dan bulan Desember di belahan bumi selatan. Bergantung pada perubahan kalender, titik balik matahari musim panas terjadi antara 20 Juni hingga 22 Juni di Belahan Bumi Utara dan antara 20 Desember hingga 23 Desember di Belahan Bumi Selatan. Titik balik matahari musim dingin terjadi pada tanggal yang sama di belahan bumi yang berlawanan.
Titik balik matahari telah digunakan peradaban zaman kuno untuk beberapa keperluan. Contohnya adalah dalam bentuk monumen prasejarah Stonehenge. Monumen ini telah lama dipelajari karena kemungkinan berhubungan dengan astronomi kuno. Stonehenge adalah monumen prasejarah di Wiltshire, Inggris. Monumen terdiri dari cincin batu berdiri, dengan masing-masing batu berdiri dengan tinggi 4 meter, lebar 2,1 meter dan berat sekitar 25 ton.
![]() |
| Stonehenge. (Pixabay & Wikimedia) |
Beberapa pakar mengatakan bahwa pembangunan monumen Stonehenge lebih terkait dengan titik balik matahari musim dingin. Meskipun kurangnya teknologi dan sumber daya, arsitek Neolitik tahu titik balik matahari musim dingin adalah siang hari terpendek dalam setahun. Jadi, ketika matahari terbenam di titik balik matahari musim dingin, mereka tahu bahwa "segalanya akan menjadi lebih baik". Siang hari akan semakin lama. Cuaca bagus akan kembali sehingga mereka bisa menanam hasil panen berikutnya. Wallaahu a’lam bishawaab.
Sumber:
King Saud University - Tafsir Al-Tabari.
Time - Here's Why Stonehenge Is Connected to the Summer Solstice.
Wikipedia - Archaeoastronomy and Stonehenge, Stonehenge, Summer solstice, Winter solstice.

