Meskipun lebih sering dikaitkan dengan mitologi dan legenda, keberadaan raksasa di bumi mengacu pada catatan-catatan sejarah kuno, memang benar-benar ada. Sebagai contoh adalah Patagonian, ras raksasa yang pertama kali mulai muncul dalam catatan-catatan Eropa. Mereka bertempat di wilayah garis pantai Patagonia. Disebutkan bahwa patagonian memiliki tinggi setidaknya dua kali lipat tinggi manusia normal. Beberapa catatan menuturkan bahwa tinggi mereka antara 3,7 hingga 4,6 meter atau lebih.
Kisah-kisah tentang raksasa patagonia menjadi pembahasan arus utama di Eropa selama 250 tahun. Catatan pertama tentang raksasa patagonia berasal dari perjalanan Ferdinand Magellan dan krunya. Mereka mengaku telah melihat patagonian saat menjelajahi garis pantai Amerika Selatan dalam perjalanan ke Kepulauan Maluku dalam rangka perjalanan mengelilingi dunia pada tahun 1520-an.
Dalam al-Quran, terdapat ayat yang menjelaskan mengenai keberadaan raksasa. Allah SWT berfirman sebagai berikut:
Mereka berkata: "Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang jabbārīna, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka ke luar daripadanya. Jika mereka ke luar daripadanya, pasti kami akan memasukinya". [Surat Al-Ma'idah Ayat 22]
Menurut ahli tafsir seperti Ibnu Abbas (ra) dan imam Jalaluddin as-Suyuthi, yang dimaksud dengan jabbārīna adalah raksasa.
Antonio Pigafetta, salah satu dari sedikit yang selamat dari ekspedisi dan penulis sejarah ekspedisi Magellan, menulis dalam catatannya tentang pertemuan mereka dengan penduduk asli yang memiliki tinggi dua kali orang normal:
|| Pada suatu hari kami menyaksikan raksasa pria dalam keadaan telanjang di tepi pelabuhan. Raksasa itu menari, bernyanyi, dan melemparkan debu ke kepalanya. Kapten (yaitu, Magellan) mengirim salah satu dari kru kami ke raksasa itu. Kapten menyuruh kru tersebut agar melakukan tindakan yang sama sebagai tanda perdamaian. Setelah melakukan itu, kru yang disuruh tadi memandu raksasa ke sebuah pulau di mana kapten sedang menunggu. Ketika raksasa itu melihat kami, dia sangat kagum, kemudian membuat tanda dengan satu jari terangkat ke atas, meyakini bahwa kami berasal dari langit. Dia begitu tinggi sehingga kami hanya mencapai pinggangnya, dan ia juga proporsional ||.
Selain Ferdinand Magellan, Sir Francis Drake juga menjadi saksi mata mengenai keberadaan raksasa patagonia pada tahun 1579. Ia menjelaskan tinggi mereka semula tiga meter kemudian mengurangi ketinggian Patagonian menjadi 2,2 meter. Tetapi jelas bahwa maksudnya adalah untuk mendiskreditkan Spanyol dan menyalahkan mereka terkait dengan "keburukan" raksasa. Ironisnya, dia benar-benar mengkonfirmasikan fakta dasar di balik mitos tersebut.
Pada tahun 1590-an, Anthony Knivet mengklaim bahwa ia telah melihat mayat yang panjangnya 3,7 meter di wilayah Patagonia. Masih di tahun 1590-an, William Adams, seorang berkebangsaan Inggris yang mengitari Tierra del Fuego, melaporkan bentrokan antara awak kapalnya dan penduduk asli yang memiliki tinggi tidak wajar.
Pada tahun 1766, desas-desus muncul ketika kru HMS Dolphin, yang dikapteni oleh Komodor John Byron, telah melihat suku pribumi setinggi 2,7 meter di Patagonia. Saat itu mereka sedang lewat di sana dalam rangka navigasi keliling dunia. Namun mereka mengedit tinggi patagonian menjadi "hanya" 1,98 meter pada tahun 1773.
Sebelum abad pertengahan, catatan awal tentang sejarah raksasa dapat ditemukan dalam literatur Yunani kuno dan Kekaisaran Romawi. Sejarawan Herodotus (dalam Book 1, Chapter 68) Menjelaskan bagaimana bangsa Sparta menemukan tubuh Orestes yang panjangnya tiga meter di wilayah Tegea. Geografer Pausanias mencatat adanya raksasa yang diperkirakan memiliki tinggi 4,2 meter.
Ketika komandan Romawi Quintus Sertorius tiba di Tingis (Tangier, Maroko) pada tahun 81 SM, penduduk setempat menunjukkan kepadanya sebuah gundukan besar yang disebut kuburan Antaeus, dikenal sebagai pendiri kota Tingis. Dengan skeptis, Sertorius memerintahkan pasukannya untuk menggali gundukan tanah. Sertorius begitu tercengang oleh kerangka besar yang muncul dari penggalian tersebut sehingga ia secara pribadi mengkonfirmasi legenda Tingis dan mengubur kembali Antaeus dengan sangat hormat. Menurut biografi Sertorius dan geografer Strabo yang ditulis oleh Plutarch, kerangka di gundukan itu panjangnya 60 hasta (27,4 meter).
Diriwayatkan oleh Abu Huraira (ra):
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Allah menciptakan Adam, membuatnya setinggi 60 hasta. Ketika Dia menciptakannya, Dia berkata kepadanya, "Pergilah dan sambutlah kelompok malaikat itu, dan dengarkanlah mereka, karena itu akan menjadi salammu dan salam dari keturunanmu." Maka Adam berkata (kepada para malaikat), As-Salamu Alaikum (yaitu Damai sejahtera bagimu). Malaikat-malaikat itu berkata, "As-salamu Alaika wa Rahmatu-l-lahi" (Yaitu Perdamaian dan Rahmat Allah besertamu). Dengan demikian para malaikat menambahkan salam hormat kepada Adam, 'Wa Rahmatu-l-lahi,' Setiap orang yang akan masuk surga akan menyerupai Adam. Orang-orang telah berkurang tinggi badan mereka sejak penciptaan Adam. (Sahih al-Bukhari, Vol. 4, Book 55, Hadith 543)
Selama berabad-abad, beberapa arkeolog telah mencari bukti fosil dari ras raksasa. Salah satu bukti terbaik yang pernah ditemukan adalah The Giant of Castelnau. Raksasa ini diperkirakan memiliki tinggi 3,5 meter. The Giant of Castelnau ditemukan oleh antropolog Georges Vacher de Lapouge di pemakaman Zaman Perunggu Castelnau-le-Lez, Prancis pada musim dingin tahun 1890.
Bukti arkeolog lainnya adalah laporan pers tahun 1894. Laporan tersebut menyebutkan penemuan tulang raksasa manusia yang digali di pemakaman prasejarah di Montpellier, Prancis. Tengkorak "28, 31, dan 32 inci dalam lingkar" dilaporkan bersama tulang-tulang lain dengan proporsi raksasa yang mengindikasikan mereka adalah ras manusia "setinggi antara 3 dan 4,5 meter." Tulang-tulang itu dilaporkan dikirim ke Akademi Paris untuk studi lebih lanjut.
Selain dua bukti yang sudah disebutkan, para arkeolog menemukan sisa-sisa Si-Te-Cah atau Sai'i, suku legendaris raksasa kanibalistik berambut merah, yang diduga ditemukan pada tahun 1911 oleh penambang guano di Gua Lovelock, Nevada. Namun, ukuran dan sifat sisa-sisa fosil telah diperdebatkan oleh Adrienne Mayor dalam buku, Fosil Legends of the First American. Wallaahu a’lam bishawaab.
Sumber:
Ancient-wisdom - Giants.
Quranx - Tafsir Ibnu Abbas (ra) & Tafsir al-Jalalain.
Sunnah - Sahih al-Bukhari.
Wikipedia - Giant & Patagon.
Wonders & Marvels - Ancient Romans Excavate a Giant Skeleton in Morocco
| Ilustrasi raksasa. Ada beberapa catatan sejarah yang kredibel sebelum dan pada zaman abad pertengahan. (Wikimedia) |
Dalam al-Quran, terdapat ayat yang menjelaskan mengenai keberadaan raksasa. Allah SWT berfirman sebagai berikut:
Mereka berkata: "Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang jabbārīna, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka ke luar daripadanya. Jika mereka ke luar daripadanya, pasti kami akan memasukinya". [Surat Al-Ma'idah Ayat 22]
Menurut ahli tafsir seperti Ibnu Abbas (ra) dan imam Jalaluddin as-Suyuthi, yang dimaksud dengan jabbārīna adalah raksasa.
Antonio Pigafetta, salah satu dari sedikit yang selamat dari ekspedisi dan penulis sejarah ekspedisi Magellan, menulis dalam catatannya tentang pertemuan mereka dengan penduduk asli yang memiliki tinggi dua kali orang normal:
|| Pada suatu hari kami menyaksikan raksasa pria dalam keadaan telanjang di tepi pelabuhan. Raksasa itu menari, bernyanyi, dan melemparkan debu ke kepalanya. Kapten (yaitu, Magellan) mengirim salah satu dari kru kami ke raksasa itu. Kapten menyuruh kru tersebut agar melakukan tindakan yang sama sebagai tanda perdamaian. Setelah melakukan itu, kru yang disuruh tadi memandu raksasa ke sebuah pulau di mana kapten sedang menunggu. Ketika raksasa itu melihat kami, dia sangat kagum, kemudian membuat tanda dengan satu jari terangkat ke atas, meyakini bahwa kami berasal dari langit. Dia begitu tinggi sehingga kami hanya mencapai pinggangnya, dan ia juga proporsional ||.
Selain Ferdinand Magellan, Sir Francis Drake juga menjadi saksi mata mengenai keberadaan raksasa patagonia pada tahun 1579. Ia menjelaskan tinggi mereka semula tiga meter kemudian mengurangi ketinggian Patagonian menjadi 2,2 meter. Tetapi jelas bahwa maksudnya adalah untuk mendiskreditkan Spanyol dan menyalahkan mereka terkait dengan "keburukan" raksasa. Ironisnya, dia benar-benar mengkonfirmasikan fakta dasar di balik mitos tersebut.
Pada tahun 1590-an, Anthony Knivet mengklaim bahwa ia telah melihat mayat yang panjangnya 3,7 meter di wilayah Patagonia. Masih di tahun 1590-an, William Adams, seorang berkebangsaan Inggris yang mengitari Tierra del Fuego, melaporkan bentrokan antara awak kapalnya dan penduduk asli yang memiliki tinggi tidak wajar.
Pada tahun 1766, desas-desus muncul ketika kru HMS Dolphin, yang dikapteni oleh Komodor John Byron, telah melihat suku pribumi setinggi 2,7 meter di Patagonia. Saat itu mereka sedang lewat di sana dalam rangka navigasi keliling dunia. Namun mereka mengedit tinggi patagonian menjadi "hanya" 1,98 meter pada tahun 1773.
Sebelum abad pertengahan, catatan awal tentang sejarah raksasa dapat ditemukan dalam literatur Yunani kuno dan Kekaisaran Romawi. Sejarawan Herodotus (dalam Book 1, Chapter 68) Menjelaskan bagaimana bangsa Sparta menemukan tubuh Orestes yang panjangnya tiga meter di wilayah Tegea. Geografer Pausanias mencatat adanya raksasa yang diperkirakan memiliki tinggi 4,2 meter.
Ketika komandan Romawi Quintus Sertorius tiba di Tingis (Tangier, Maroko) pada tahun 81 SM, penduduk setempat menunjukkan kepadanya sebuah gundukan besar yang disebut kuburan Antaeus, dikenal sebagai pendiri kota Tingis. Dengan skeptis, Sertorius memerintahkan pasukannya untuk menggali gundukan tanah. Sertorius begitu tercengang oleh kerangka besar yang muncul dari penggalian tersebut sehingga ia secara pribadi mengkonfirmasi legenda Tingis dan mengubur kembali Antaeus dengan sangat hormat. Menurut biografi Sertorius dan geografer Strabo yang ditulis oleh Plutarch, kerangka di gundukan itu panjangnya 60 hasta (27,4 meter).
Diriwayatkan oleh Abu Huraira (ra):
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Allah menciptakan Adam, membuatnya setinggi 60 hasta. Ketika Dia menciptakannya, Dia berkata kepadanya, "Pergilah dan sambutlah kelompok malaikat itu, dan dengarkanlah mereka, karena itu akan menjadi salammu dan salam dari keturunanmu." Maka Adam berkata (kepada para malaikat), As-Salamu Alaikum (yaitu Damai sejahtera bagimu). Malaikat-malaikat itu berkata, "As-salamu Alaika wa Rahmatu-l-lahi" (Yaitu Perdamaian dan Rahmat Allah besertamu). Dengan demikian para malaikat menambahkan salam hormat kepada Adam, 'Wa Rahmatu-l-lahi,' Setiap orang yang akan masuk surga akan menyerupai Adam. Orang-orang telah berkurang tinggi badan mereka sejak penciptaan Adam. (Sahih al-Bukhari, Vol. 4, Book 55, Hadith 543)
Selama berabad-abad, beberapa arkeolog telah mencari bukti fosil dari ras raksasa. Salah satu bukti terbaik yang pernah ditemukan adalah The Giant of Castelnau. Raksasa ini diperkirakan memiliki tinggi 3,5 meter. The Giant of Castelnau ditemukan oleh antropolog Georges Vacher de Lapouge di pemakaman Zaman Perunggu Castelnau-le-Lez, Prancis pada musim dingin tahun 1890.
![]() |
| Sebelah kanan, sebelah kiri, dan sebelah bawah adalah tulang raksasa Castelnau. Adapun di tengah adalah tulang manusia pada umumnya. (Wikimedia) |
Selain dua bukti yang sudah disebutkan, para arkeolog menemukan sisa-sisa Si-Te-Cah atau Sai'i, suku legendaris raksasa kanibalistik berambut merah, yang diduga ditemukan pada tahun 1911 oleh penambang guano di Gua Lovelock, Nevada. Namun, ukuran dan sifat sisa-sisa fosil telah diperdebatkan oleh Adrienne Mayor dalam buku, Fosil Legends of the First American. Wallaahu a’lam bishawaab.
Sumber:
Ancient-wisdom - Giants.
Quranx - Tafsir Ibnu Abbas (ra) & Tafsir al-Jalalain.
Sunnah - Sahih al-Bukhari.
Wikipedia - Giant & Patagon.
Wonders & Marvels - Ancient Romans Excavate a Giant Skeleton in Morocco
