Pegunungan Mengurangi Getaran Gempa Bumi

Pegunungan merupakan suatu area geografis dengan gunung-gunung yang terkait secara geologis yang membentuk suatu jajaran/rantai. Biasanya terbentuk dari pergerakan lempeng tektonik melalui sederetan proses. Gunung sendiri merupakan bagian dari permukaan bumi yang menjulang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah sekitarnya. Sebuah gunung biasanya lebih tinggi dan curam dari sebuah bukit. Menurut Encyclopædia Britannica, tinggi minimal adalah 610 meter agar bisa didefinisikan sebagai gunung.

Central Mountain Range, salah satu pegunungan di wilayah Taiwan. (Wikimedia)
Topografi pegunungan ternyata memiliki kegunaan yang jarang diketahui oleh orang banyak. Topografi adalah fitur permukaan suatu daerah, termasuk gunung, sungai, jalan, dll. Kaitannya dengan pegunungan, topografi menandai fitur-fitur seperti ketinggiannya, kemiringan lereng, konfigurasi kemiringan dan posisi lereng.

Berdasarkan pengamatan dari data yang direkam selama dan setelah gempa bumi nyata dan dari simulasi numerik, topografi pegunungan mampu memengaruhi gerakan tanah. Para peneliti mengatakan ada peningkatan amplitudo getaran pada puncak dan punggung gunung, tetapi gerakan tanah pada lembah berkurang.

Allah SWT berfirman sebagai berikut:

Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk. [Surat An-Nahl ayat 15]

Dari ayat tersebut, fungsi gunung-gunung adalah menetralkan efek guncangan dari gempa, terutama gempa dangkal. Sebagai contoh adalah penelitian di wilayah Taiwan (Central Mountain Range). Ketika gempa dangkal terjadi di wilayah I-Lan di Taiwan, Central Mountain Range secara signifikan menyebarkan gelombang permukaan dan pada gilirannya mengurangi amplitudo gerakan tanah di wilayah Taipei Basin.

Central Mountain Range adalah pegunungan utama di Pulau Taiwan. Pegunungan membentang dari utara ke selatan dengan Gunung Xiuguluan sebagai puncak tertinggi (3.860 meter). Adapun Taipei Basin merupakan wilayah geografis di Taiwan utara sekaligus wilayah metropolitan terbesar di Taiwan. Saat ini, Taipei Basin berada dalam batas-batas Kota Taipei dan Kota Taipei Baru.

Gempa bisa menyerang di dekat permukaan atau jauh di dalam bumi. Kebanyakan gempa terjadi di kedalaman yang dangkal, menurut US Geological Survey. Gempa dangkal umumnya cenderung lebih merusak daripada gempa yang lebih dalam. Gelombang seismik dari gempa yang dalam harus melakukan perjalanan lebih jauh ke permukaan, menyebabkan kehilangan energi di sepanjang jalan.

Mengapa gempa bumi besar masih sering terjadi?

Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa gempa bumi terjadi karena dosa-dosa dan tindakan ketidaktaatan yang dikerjakan umat manusia. Perbuatan itu bisa berupa kufur (tidak percaya kepada Allah SWT), dosa-dosa besar atau dosa-dosa kecil. Pada masa Rasulullah (Saw), pernah terjadi gempa kecil. Meskipun hanya getaran kecil, Nabi menghubungkan peristiwa itu dengan derajat takwa pada mereka yang tinggal atau berada di tempat kejadian. Dengan kata lain, gempa bumi terjadi sebagai bentuk teguran, peringatan dan azab.

Diriwayatkan oleh Anas (ra):

Nabi (ﷺ) mendaki gunung Uhud ditemani oleh Abu Bakar, `Umar dan` Utsman. Gunung itu berguncang (berupa getaran di bawah kaki mereka). Nabi (ﷺ) berkata, "Wahai Uhud! Tenanglah." Aku berpikir bahwa Nabi (ﷺ) menghentakkan kakinya, menambahkan, "Di atasmu tidak ada seorangpun kecuali seorang Nabi, seorang Siddiq dan dua syuhada." (Sahih al-Bukhari Vol. 5, Book 57, Hadith 49. Lihat juga Sunan Abi Dawud Book 41, Hadith 4634)

Perambatan gelombang seismik dalam pemodelan 2D. (Wikimedia)
Selain sebagai teguran, peringatan dan azab, terdapat penjelasan yang lebih kontemporer mengenai gempa bumi besar yang masih sering terjadi bahkan kuantitasnya semakin bertambah dari masa ke masa. Seringnya gempa bumi terjadi karena kita telah memasuki fase akhir zaman. Peristiwa tanah longsor yang terjadi di kota Madinah pada tahun 2010 adalah bukti yang tidak bisa disangkal.

Abu Hurairah (ra) meriwayatkan sebagai berikut:

Nabi (ﷺ) bersabda, “Hari kiamat tidak akan terjadi sampai pengetahuan (agama) akan diambil (melalui kematian orang-orang yang paham agama), gempa bumi akan sangat sering terjadi, waktu akan berlalu dengan cepat, kesengsaraan akan muncul, pembunuhan akan meningkat dan uang akan melimpah di antara kamu. " (Sahih al-Bukhari Vol. 2, Book 17, Hadith 146)

Selama dekade terakhir dari Desember 2004 hingga tahun 2014 tercatat telah terjadi sebanyak 18 gempa bumi besar ( Mw ≥ 8.0), yang terjadi secara global (~ 1,8 per tahun). Hal ini menunjukkan peningkatan yang cukup drastis mengingat dari tahun 1900 hingga pertengahan 2004 hanya ada 71 gempa besar yang terjadi (~ 0,68 per tahun). Berdasarkan data tersebut, telah terjadi peningkatan gempa bumi secara efektif sebesar 265% selama kurun waktu sepuluh tahun. Wallaahu a’lam bishawaab.

Sumber:

Business Insider - Why shallow earthquakes like the one in Italy tend to cause more damage than deep ones.

Researchgate - Effects of Topography on Seismic-Wave Propagation: An Example from Northern Taiwan.

Sciencing - Topography Types.

Sunnah - Sahih al-Bukhari.

The Geological Society of America - A GLOBAL SURGE OF GREAT EARTHQUAKES FROM 2004-2014 AND IMPLICATIONS FOR CASCADIA.

Wikipedia - Gunung & Pegunungan.