Sampai dengan awal 1900-an, belum ada penjelasan ilmiah mengenai usia alam semesta. Para filsuf berpendapat bahwa alam semesta tidak memiliki awal dan tidak memiliki akhir. Ketika melihat pada sejumlah bintang di langit malam, manusia pada zaman dahulu kadang terpikir satu pertanyaan: Kapan alam semesta ini mulai ada?
Para peneliti menentukan usia alam semesta dengan menggunakan dua metode. Pertama, Mempelajari benda-benda tertua dalam alam semesta. Kedua, Mengukur seberapa cepat alam semesta mengembang. Berdasarkan dua metode tersebut, usia alam semesta diperkirakan sekitar 13,8 miliar tahun.
Allah SWT berfirman sebagai berikut:
Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan. [Surat Qaf ayat 38]
Makna ayyāmin (أَيَّامٍ) adalah periode, bukan hari. Artinya bahwa langit (alam semesta), bumi dan apapun antara keduanya (benda-benda langit) diciptakan dalam enam periode. Imam al-Qurtubi dan Ibnu Jarir mengutip pendapat Qatadah bin an-Nu'man (ra) bahwa langit diciptakan terlebih dahulu (melalui Big Bang). Allah SWT pertama-tama menciptakan dukhan (uap air) dari langit (alam semesta), kemudian menciptakan bumi, kemudian naik ke langit yang masih berupa dukhan (menciptakan tujuh langit), kemudian menghamparkan bumi (membentuk daratan atau akresi) setelah itu.
Cendekiawan Islam era modern seperti Bediüzzaman Said Nursî juga memiliki pendapat yang sama dengan Qatadah bahwa alam semesta diciptakan terlebih dahulu sebelum penciptaan bumi.
Allah SWT berfirman sebagai berikut:
Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya, Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya, dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang. Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. [Surat An-Nazi’at Ayat 27-30]
Surat An-Nazi’at ayat 27-30 merupakan penjelasan dari Surat Qaf ayat 38. Dari menciptakan dan membina langit hingga menghamparkan bumi, semua dilakukan dalam enam periode. Kalau usia alam semesta secara ilmiah adalah 13,8 miliar tahun maka satu periode setara dengan 13,8 : 6 atau 2,3 miliar tahun. Dari ayat lain di dalam al-Qur'an, diketahui bahwa bumi diciptakan pada periode kelima dan periode keenam.
Allah SWT berfirman sebagai berikut:
Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam". [Surat Fushshilat Ayat 9]
Untuk menghitung usia bumi, peneliti menggunakan meteorit yang merupakan fragmen dari asteroid yang jatuh. Benda tersebut memberikan keterangan akurat mengenai usia tata surya. Adapun usia tata surya sama dengan usia bumi. Berbagai jenis dan usia dari meteorit telah diukur dengan menggunakan teknik penanggalan radiometrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia bumi sekitar 4,6 miliar tahun. Hal ini sesuai dengan hasil hitung jika satu periode adalah 2,3 miliar tahun.
Kalimat "dan menjadikan siangnya terang benderang" dalam surat An-Nazi’at ayat 27-30 mengacu pada penciptaan matahari sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu. Kalimat tersebut juga sebagai petunjuk mengenai penciptaan bumi mengingat matahari dan bumi diciptakan pada waktu yang sama. Adapun kalimat "bumi sesudah itu dihamparkan-Nya" mengacu pada pembentukan dan penambahan material daratan. Sebagian besar ilmuwan setuju bahwa Sabuk Greenstone Barberton di Afrika Selatan adalah pegunungan tertua di bumi, sekitar 3,6 miliar tahun. Wallaahu a’lam bishawaab.
Sumber:
Geology In - The oldest mountains on Earth.
King Saud University - Tafsir al-Qurtubi.
Miracles of Qur'an - Age of Universe.
Questionsonislam - It is stated in the Quran that first the earth and then the sky was created; however, in another verse, it is stated that first the sky and then the earth was created. How should we understand it?
Quranic Arabic Corpus - Ayyāmin & Yawmayni.
Smithsonian Magazine - How Do We Know the Earth Is 4.6 Billion Years Old?
Space - How Old is the Universe.
![]() |
| Alam semesta. (Wikimedia) |
Allah SWT berfirman sebagai berikut:
Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan. [Surat Qaf ayat 38]
Makna ayyāmin (أَيَّامٍ) adalah periode, bukan hari. Artinya bahwa langit (alam semesta), bumi dan apapun antara keduanya (benda-benda langit) diciptakan dalam enam periode. Imam al-Qurtubi dan Ibnu Jarir mengutip pendapat Qatadah bin an-Nu'man (ra) bahwa langit diciptakan terlebih dahulu (melalui Big Bang). Allah SWT pertama-tama menciptakan dukhan (uap air) dari langit (alam semesta), kemudian menciptakan bumi, kemudian naik ke langit yang masih berupa dukhan (menciptakan tujuh langit), kemudian menghamparkan bumi (membentuk daratan atau akresi) setelah itu.
Cendekiawan Islam era modern seperti Bediüzzaman Said Nursî juga memiliki pendapat yang sama dengan Qatadah bahwa alam semesta diciptakan terlebih dahulu sebelum penciptaan bumi.
Allah SWT berfirman sebagai berikut:
Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya, Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya, dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang. Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. [Surat An-Nazi’at Ayat 27-30]
Surat An-Nazi’at ayat 27-30 merupakan penjelasan dari Surat Qaf ayat 38. Dari menciptakan dan membina langit hingga menghamparkan bumi, semua dilakukan dalam enam periode. Kalau usia alam semesta secara ilmiah adalah 13,8 miliar tahun maka satu periode setara dengan 13,8 : 6 atau 2,3 miliar tahun. Dari ayat lain di dalam al-Qur'an, diketahui bahwa bumi diciptakan pada periode kelima dan periode keenam.
Allah SWT berfirman sebagai berikut:
Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam". [Surat Fushshilat Ayat 9]
![]() |
| Akresi merupakan penambahan material secara alami yang berdampak makin luasnya daratan. (Wikimedia) |
Kalimat "dan menjadikan siangnya terang benderang" dalam surat An-Nazi’at ayat 27-30 mengacu pada penciptaan matahari sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu. Kalimat tersebut juga sebagai petunjuk mengenai penciptaan bumi mengingat matahari dan bumi diciptakan pada waktu yang sama. Adapun kalimat "bumi sesudah itu dihamparkan-Nya" mengacu pada pembentukan dan penambahan material daratan. Sebagian besar ilmuwan setuju bahwa Sabuk Greenstone Barberton di Afrika Selatan adalah pegunungan tertua di bumi, sekitar 3,6 miliar tahun. Wallaahu a’lam bishawaab.
Sumber:
Geology In - The oldest mountains on Earth.
King Saud University - Tafsir al-Qurtubi.
Miracles of Qur'an - Age of Universe.
Questionsonislam - It is stated in the Quran that first the earth and then the sky was created; however, in another verse, it is stated that first the sky and then the earth was created. How should we understand it?
Quranic Arabic Corpus - Ayyāmin & Yawmayni.
Smithsonian Magazine - How Do We Know the Earth Is 4.6 Billion Years Old?
Space - How Old is the Universe.

