Kita biasanya menganggap bahwa benda-benda logam terbuat hanya dari satu unsur murni. Sebagai contoh, benda yang terbuat dari besi akan dianggap terbentuk dari hasil peleburan bijih besi saja. Sedikit yang mengetahui bahwa hampir 90% dari logam yang kita temui sebenarnya adalah apa yang secara sains disebut alloy. Definisi alloy adalah suatu zat yang terbuat dari dua atau lebih logam yang dilebur menjadi satu. Contohnya adalah kuningan yang merupakan alloy antara tembaga dan seng. Sebagian besar alloy dibuat dengan melelehkan logam, mencampurkannya ketika berbentuk cair untuk membentuk larutan, kemudian membiarkannya menjadi dingin dan berubah menjadi padat kembali.
Dalam proses pembentukan alloy melibatkan aktifitas yang dikenal sebagai peleburan (smelting). Definisi peleburan adalah istilah umum untuk mendapatkan logam dari bijih. Logam seperti besi, tembaga, seng, dan perak membutuhkan proses peleburan dengan cara memanaskan bijih. Tujuannya untuk menghilangkan bagian bukan logam, menyisakan hanya bagian logam. Selain kuningan, terdapat beberapa alloy dengan nama yang kurang familiar seperti Duralumin (alumunium, tembaga), Solder (timbal, timah), Invar (besi, nikel), Billon (perak, tembaga), dan sebagainya. Adapun yang menjadi pembahasan dalam artikel ini adalah perpaduan antara besi dengan tembaga.
Penelitian menunjukkan bahwa melebur besi dengan tembaga berpengaruh positif dari segi kualitas. Besi akan meleleh pada suhu 1.538°C (titik lebur). Ketika bijih besi mengalami peleburan maka bisa mencapai titik didih hingga 2.862°C. Setelah peleburan selesai, besi akan mendingin secara perlahan-lahan. Setelah suhu berada di bawah 727°C, besi mengalami fase yang disebut dengan pearlite. Pengertian pearlite adalah struktur berlapis pada besi yang terdiri dari lapisan ferrite (87,5%) dan cementite (12,5%). Menambahkan bijih tembaga yang sudah mengalami peleburan pada besi tersebut akan mempengaruhi sifat mekanik besi secara substansial berupa pengerasan pada pearlite (dan ferrite). Dengan kata lain, menambahkan tembaga akan meningkatkan kekuatan dan kekerasan (hardness) pada besi.
Al-Qur'an menjelaskan secara garis besar mengenai alloy pada besi dan tembaga sebagai berikut:
Dzulkarnain berkata: "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi". Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: "Tiuplah (api itu)". Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu". Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya. [Surat Al-Kahf Ayat 95-97]
Menurut pendapat Imam Jalaluddin as-Suyuthi dan Imam Husain bin Mas'ud Al-Baghawi, logam penghalang tersebut tidak bisa dilubangi karena kuat dan keras. Selain itu, dinding tersebut juga tidak bisa didaki karena sangat tinggi dan licin. Disebutkan dalam penjelasan tafsir al-Qurtubi bahwa dinding tersebut memiliki tinggi 250 kubit (114 meter).
Ayat di atas menceritakan tentang kisah Żul Qarnain, seseorang yang diberikan kepadanya kekuasaan di (muka) bumi oleh Allah SWT. Dia juga telah diberikan jalan (untuk mencapai) segala sesuatu. Dikisahkan bahwa Żul Qarnain sedang melakukan perjalanan hingga ia sampai didaerah pegunungan. Di antara dua gunung ia menemukan suatu kaum yang tidak ia mengerti bahasanya. Umat tersebut meminta tolong kepada Żul Qarnain untuk membuat pembatas untuk menghalau dua kelompok umat perusak, yaitu Ya'juj dan Ma'juj, mereka juga menjanjikan akan memberikan bayaran kepada Żul Qarnain, jika telah selesai dalam pembuatan dinding pembatas tersebut. Akan tetapi Żul Qarnain menolak diberikan bayaran oleh mereka. Ia hanya meminta syarat kepada mereka untuk membantunya beserta pasukannya dalam membangun dinding pembatas tersebut.
Tidak diketahui secara persis di daerah mana keberadaan logam penghalang tersebut. Berdasarkan keterangan dari al-Qur'an serta didukung catatan sejarah, penghalang Ya'juj dan Ma'juj kemungkinan adalah Gerbang Besi legendaris yang berlokasi di Boysun (Uzbekistan). Gerbang Besi adalah penghalang buatan di ngarai gunung, yang dibangun untuk mengatur perdagangan karavan dan bea cukai di Great Silk Road. Ngarai ini memiliki panjang 2 km dan lebar 10 hingga 50 m. Menurut pengembara Cina Xuan Tzang, pada abad ke-7 Masehi ada gerbang kayu yang dilapisi besi, dengan banyak lonceng. Diperkirakan bahwa gerbang tersebut beroperasi selama berabad-abad hingga awal abad ke-15 Masehi. Gerbang Besi terletak di jalan kuno di ngarai Dara-i Buzgala-khana. Tempat itu menjadi jalan yang membentang dari pegunungan Hissar ke selatan menuju Amu Darya. Wallaahu a’lam bishawaab.
Sumber:
King Saud University - Tafsir al-Baghawi & Tafsir al-Qurtubi.
Quranx - Tafsir al-Jalalain.
Springer - Effect of Copper on Structure Formation in Cast Iron.
Wikipedia - Alloy, List of alloys, Smelting & Żul Qarnain.
www.alexarapov.narod.ru - Iron Gates (P15).
| Ilustrasi proses pembuatan alloy. (Pixabay) |
Penelitian menunjukkan bahwa melebur besi dengan tembaga berpengaruh positif dari segi kualitas. Besi akan meleleh pada suhu 1.538°C (titik lebur). Ketika bijih besi mengalami peleburan maka bisa mencapai titik didih hingga 2.862°C. Setelah peleburan selesai, besi akan mendingin secara perlahan-lahan. Setelah suhu berada di bawah 727°C, besi mengalami fase yang disebut dengan pearlite. Pengertian pearlite adalah struktur berlapis pada besi yang terdiri dari lapisan ferrite (87,5%) dan cementite (12,5%). Menambahkan bijih tembaga yang sudah mengalami peleburan pada besi tersebut akan mempengaruhi sifat mekanik besi secara substansial berupa pengerasan pada pearlite (dan ferrite). Dengan kata lain, menambahkan tembaga akan meningkatkan kekuatan dan kekerasan (hardness) pada besi.
Al-Qur'an menjelaskan secara garis besar mengenai alloy pada besi dan tembaga sebagai berikut:
Dzulkarnain berkata: "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi". Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: "Tiuplah (api itu)". Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu". Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya. [Surat Al-Kahf Ayat 95-97]
Menurut pendapat Imam Jalaluddin as-Suyuthi dan Imam Husain bin Mas'ud Al-Baghawi, logam penghalang tersebut tidak bisa dilubangi karena kuat dan keras. Selain itu, dinding tersebut juga tidak bisa didaki karena sangat tinggi dan licin. Disebutkan dalam penjelasan tafsir al-Qurtubi bahwa dinding tersebut memiliki tinggi 250 kubit (114 meter).
Ayat di atas menceritakan tentang kisah Żul Qarnain, seseorang yang diberikan kepadanya kekuasaan di (muka) bumi oleh Allah SWT. Dia juga telah diberikan jalan (untuk mencapai) segala sesuatu. Dikisahkan bahwa Żul Qarnain sedang melakukan perjalanan hingga ia sampai didaerah pegunungan. Di antara dua gunung ia menemukan suatu kaum yang tidak ia mengerti bahasanya. Umat tersebut meminta tolong kepada Żul Qarnain untuk membuat pembatas untuk menghalau dua kelompok umat perusak, yaitu Ya'juj dan Ma'juj, mereka juga menjanjikan akan memberikan bayaran kepada Żul Qarnain, jika telah selesai dalam pembuatan dinding pembatas tersebut. Akan tetapi Żul Qarnain menolak diberikan bayaran oleh mereka. Ia hanya meminta syarat kepada mereka untuk membantunya beserta pasukannya dalam membangun dinding pembatas tersebut.
Tidak diketahui secara persis di daerah mana keberadaan logam penghalang tersebut. Berdasarkan keterangan dari al-Qur'an serta didukung catatan sejarah, penghalang Ya'juj dan Ma'juj kemungkinan adalah Gerbang Besi legendaris yang berlokasi di Boysun (Uzbekistan). Gerbang Besi adalah penghalang buatan di ngarai gunung, yang dibangun untuk mengatur perdagangan karavan dan bea cukai di Great Silk Road. Ngarai ini memiliki panjang 2 km dan lebar 10 hingga 50 m. Menurut pengembara Cina Xuan Tzang, pada abad ke-7 Masehi ada gerbang kayu yang dilapisi besi, dengan banyak lonceng. Diperkirakan bahwa gerbang tersebut beroperasi selama berabad-abad hingga awal abad ke-15 Masehi. Gerbang Besi terletak di jalan kuno di ngarai Dara-i Buzgala-khana. Tempat itu menjadi jalan yang membentang dari pegunungan Hissar ke selatan menuju Amu Darya. Wallaahu a’lam bishawaab.
Sumber:
King Saud University - Tafsir al-Baghawi & Tafsir al-Qurtubi.
Quranx - Tafsir al-Jalalain.
Springer - Effect of Copper on Structure Formation in Cast Iron.
Wikipedia - Alloy, List of alloys, Smelting & Żul Qarnain.
www.alexarapov.narod.ru - Iron Gates (P15).
