Peristiwa menyemburnya lumpur panas di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia pada tahun 2006 telah menyebabkan tergenangnya kawasan permukiman, pertanian, dan perindustrian di tiga kecamatan di sekitarnya, serta memengaruhi aktivitas perekonomian di Jawa Timur. Terlepas dari faktor kesalahan manusia dalam peristiwa tersebut, lumpur panas bisa terjadi secara alami melalui gunung berapi lumpur. Melalui ilmu pengetahuan yang terus berkembang, diketahui bahwa terdapat beberapa gunung berapi yang tidak mengeluarkan lava saat erupsi. Sebagai gantinya, mereka mengeluarkan material dalam bentuk lumpur. Beberapa proses geologis dapat menyebabkan pembentukan gunung berapi lumpur. Gunung tersebut bukanlah gunung berapi sesungguhnya karena tidak menghasilkan lava dan tidak didorong oleh aktivitas magmatik. Gunung berapi lumpur dapat memiliki ukuran mulai dari yang tingginya hanya 1 atau 2 meter dan lebar 1 atau 2 meter, hingga setinggi 700 meter dan lebar 10 kilometer.
Lumpur yang dihasilkan oleh gunung berapi sebagian besar terbentuk melalui air panas, yang telah dipanaskan jauh di bawah permukaan bumi. Air panas tersebut bercampur dan menyatu dengan endapan mineral bawah tanah, sehingga menciptakan lumpur. Suhu setiap gunung berapi lumpur aktif umumnya cukup stabil dan jauh lebih rendah daripada suhu yang ditemukan di gunung berapi yang mengeluarkan lava. Temperatur gunung berapi lumpur dapat berkisar dari 100 ° C hingga 2 ° C.
Banjir lumpur panas terjadi karena adanya tekanan jauh di dalam Bumi. Hal itu menyebabkan gunung berapi memuntahkan lumpur, gas, dan cairan, seperti air asam, ke permukaan. Erupsi disebabkan oleh kekuatan tektonik bumi atau oleh tekanan sedimen di delta sungai besar. Gunung berapi lumpur tidak hanya ada di darat, melainkan ditemukan juga di dasar laut. Ketika terjadi erupsi, menyebabkan air laut di area gunung tersebut menjadi keruh kehitaman karena dipenuhi dengan lumpur.
Allah SWT berfirman sebagai berikut:
Maka diapun menempuh suatu jalan. Hingga apabila dia telah sampai ketempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: "Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka." Berkata Dzulkarnain: "Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia kembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya. Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami". [Surat Al-Kahf Ayat 85-88]
Menurut penjelasan Ibnu Abbas (ra), lumpur hitam dalam ayat di atas berasal dari air panas dari tanah yang mengalir secara alami. Pendapat yang sama juga disampaikan oleh ahli tafsir seperti Ibnu Jarir. Adapun Imam Al Qurtubi berpendapat bahwa lumpur tersebut panas dan bersifat semi padat.
Ayat di atas menceritakan tentang kisah Żul Qarnain, seseorang yang diberikan kepadanya kekuasaan di (muka) bumi oleh Allah SWT. Dia juga telah diberikan jalan (untuk mencapai) segala sesuatu. Ketika Żul Qarnain sedang melakukan perjalanan kearah barat ia melihat matahari terbenam di dalam laut yang memiliki lumpur berwarna hitam. Żul Qarnain melihat sekelompok umat yang tidak memiliki agama, sehingga ia diberikan pilihan oleh Allah boleh untuk menyiksa atau mengajarkan agama kepada umat tersebut.
Tidak diketahui secara persis di daerah mana keberadaan laut yang berlumpur hitam dalam kisah tersebut. Pada tahun 2015, laut Azov mengalami fenomena sama seperti deskripsi dalam ayat al-Qur'an di atas. Gunung berapi yang ada di dasar laut itu memuntahkan lumpur yang terbuat dari air dan gas yang bercampur dengan pasir dan tanah. Material lumpur melesat beberapa meter ke udara, menyerupai air mancur. Semburan lumpur membentuk sebuah pulau datar yang lebar, tak jauh dari pantai Semenanjung Taman.
Sekitar 86% gas yang dilepaskan dari banjir lumpur panas adalah metana, serta sedikit karbon dioksida dan nitrogen. Warga lokal dan wisatawan menggunakan lumpur bumi untuk menyembuhan atau untuk mengobati gangguan sistem saraf, radang sendi, linu panggul, dan pielonefritis. Wallaahu a’lam bishawaab.
Sumber:
King Saud University - Tafsir al-Tabari & Tafsir al-Qurtubi.
Quranx - Tanwîr al-Miqbâs min Tafsîr Ibn ‘Abbâs.
RT - Offshore mud volcano erupts in Sea of Azov (VIDEO).
Worldatlas - What Is a Mud Volcano?
Wikipedia - Mud volcano & Żul Qarnain.
| Laut Azov, Merupakan laut pedalaman yang terpisah dari Laut Hitam oleh Semenanjung Krimea. (Wikimedia) |
Banjir lumpur panas terjadi karena adanya tekanan jauh di dalam Bumi. Hal itu menyebabkan gunung berapi memuntahkan lumpur, gas, dan cairan, seperti air asam, ke permukaan. Erupsi disebabkan oleh kekuatan tektonik bumi atau oleh tekanan sedimen di delta sungai besar. Gunung berapi lumpur tidak hanya ada di darat, melainkan ditemukan juga di dasar laut. Ketika terjadi erupsi, menyebabkan air laut di area gunung tersebut menjadi keruh kehitaman karena dipenuhi dengan lumpur.
Allah SWT berfirman sebagai berikut:
Maka diapun menempuh suatu jalan. Hingga apabila dia telah sampai ketempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: "Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka." Berkata Dzulkarnain: "Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia kembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya. Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami". [Surat Al-Kahf Ayat 85-88]
Menurut penjelasan Ibnu Abbas (ra), lumpur hitam dalam ayat di atas berasal dari air panas dari tanah yang mengalir secara alami. Pendapat yang sama juga disampaikan oleh ahli tafsir seperti Ibnu Jarir. Adapun Imam Al Qurtubi berpendapat bahwa lumpur tersebut panas dan bersifat semi padat.
Ayat di atas menceritakan tentang kisah Żul Qarnain, seseorang yang diberikan kepadanya kekuasaan di (muka) bumi oleh Allah SWT. Dia juga telah diberikan jalan (untuk mencapai) segala sesuatu. Ketika Żul Qarnain sedang melakukan perjalanan kearah barat ia melihat matahari terbenam di dalam laut yang memiliki lumpur berwarna hitam. Żul Qarnain melihat sekelompok umat yang tidak memiliki agama, sehingga ia diberikan pilihan oleh Allah boleh untuk menyiksa atau mengajarkan agama kepada umat tersebut.
Tidak diketahui secara persis di daerah mana keberadaan laut yang berlumpur hitam dalam kisah tersebut. Pada tahun 2015, laut Azov mengalami fenomena sama seperti deskripsi dalam ayat al-Qur'an di atas. Gunung berapi yang ada di dasar laut itu memuntahkan lumpur yang terbuat dari air dan gas yang bercampur dengan pasir dan tanah. Material lumpur melesat beberapa meter ke udara, menyerupai air mancur. Semburan lumpur membentuk sebuah pulau datar yang lebar, tak jauh dari pantai Semenanjung Taman.
Sekitar 86% gas yang dilepaskan dari banjir lumpur panas adalah metana, serta sedikit karbon dioksida dan nitrogen. Warga lokal dan wisatawan menggunakan lumpur bumi untuk menyembuhan atau untuk mengobati gangguan sistem saraf, radang sendi, linu panggul, dan pielonefritis. Wallaahu a’lam bishawaab.
Sumber:
King Saud University - Tafsir al-Tabari & Tafsir al-Qurtubi.
Quranx - Tanwîr al-Miqbâs min Tafsîr Ibn ‘Abbâs.
RT - Offshore mud volcano erupts in Sea of Azov (VIDEO).
Worldatlas - What Is a Mud Volcano?
Wikipedia - Mud volcano & Żul Qarnain.