Air sumur yang kita ketahui sejatinya adalah air tanah atau air yang terdapat dalam lapisan tanah. Terkadang, air tanah juga dihasilkan dari bebatuan di bawah permukaan tanah yang dikenal sebagai akuifer. Definisi akuifer adalah lapisan batuan bawah tanah yang dipenuhi dengan air dan dapat dibawa ke permukaan melalui mata air alami atau dengan memompa.
Air tanah dapat mengalir melalui akuifer dengan kecepatan yang berbeda-beda, tergantung pada permeabilitasnya (kemampuan material bebatuan yang memungkinkan cairan mengalir melaluinya). Di wilayah dimana batu dan tanah yang dilalui memiliki kepadatan tinggi, air tersebut hanya mengalir setinggi beberapa sentimeter dalam seabad. Di wilayah lain, di mana batu dan tanah memiliki kepadatan lebih rendah, air tanah dapat bergerak hingga beberapa meter dalam sehari.
Salah satu contoh akuifer yang dapat dikemukakan disini adalah air pada sumur Zamzam. Menurut para ahli, air pada sumur Zamzam dikategorikan sebagai akuifer fractured bedrock yaitu akuifer di mana air tanah ada di dalam fraktur. Adapun definisi fraktur adalah proses alamiah dalam formasi batuan yang menyebabkan batu terbelah menjadi dua bagian atau lebih. Hal tersebut biasanya disebabkan ketika batu tidak cukup kuat untuk menahan terlalu banyak tekanan, sehingga membuat batu itu retak di sepanjang titik terlemahnya.
Al-Qur'an menjelaskan tentang akuifer dalam ayat berikut:
Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. [Surat Al-Baqarah Ayat 74]
Makna kata yashshaqqaqu (terbelah) secara ilmiah adalah fraktur. Data menunjukkan bahwa akuifer yang memasok air pada sumur zamzam mengisi ulang dari fraktur batu di gunung-gunung terdekat di sekitar Mekkah. Adapun air di dalam sumur berasal dari serapan air hujan di Wadi Ibrahim.
Menurut penelitian Zamzam Studies and Research Centre (ZSRC) ketinggian air pada sumur zamzam adalah 3,23 meter di bawah permukaan. Tes pemompaan pada 8000 liter / detik selama lebih dari 24 jam menunjukkan penurunan ketinggian air dari 3,23 meter di bawah permukaan menjadi 12,72 meter dan kemudian menjadi 13,39 meter, setelah itu ketinggian air berhenti surut. Ketika pemompaan berhenti, ketinggian air pulih hingga 3,9 meter di bawah permukaan hanya sebelas menit kemudian.
Selain fakta di atas, penelitian juga menunjukkan bahwa air Zamzam masuk kategori air alkali. Pengertian air alkali adalah air dengan pH lebih tinggi dibanding air mineral standar. Struktur batuan aquifer yang menahan air Zamzam mungkin memiliki kandungan unsur kimia seperti kalsium yang bocor ke dalam air, sehingga meningkatkan pH. Konsumsi air alkali memiliki dampak positif terhadap keseimbangan asam-basa dan status hidrasi pada orang dewasa. Hal ini sangat berguna ketika kita mengalami dehidrasi, misalnya karena demam.
Diriwayatkan oleh Abu Jamra Ad-Dabi:
Saya biasa duduk dengan Ibn Abbas ra di Mekkah. Suatu ketika saya demam dan dia berkata (kepada saya), "Dinginkan demam Anda dengan air Zamzam, karena Rasulullah (ﷺ) bersabda: '(Demam) berasal dari panas Api (Neraka); jadi, dinginkan dengan air (atau air Zamzam).'" (Sahih al-Bukhari, Vol. 4, Book 54, Hadith 483)
Secara ilmiah, demam biasanya disebabkan oleh virus atau infeksi bakteri. Demam pada dasarnya adalah cara tubuh melawan penyakit. Dampak yang ditimbulkan pada akhirnya dapat menyebabkan dehidrasi (kondisi yang membuat kehilangan banyak air tubuh). Semakin tinggi demam seseorang, semakin parah orang tersebut mengalami dehidrasi. Demam menjadi sebuah masalah kesehatan yang hampir semua orang pernah mengalaminya. Ada banyak cara yang dapat digunakan untuk menyembuhkan demam. Konsumsi air alkali alami seperti Zamzam adalah salah satu cara yang dianjurkan dalam agama Islam.
Bukan hanya demam, air Zamzam juga bermanfaat sebagai terapi pengobatan berbagai penyakit seperti parkinson, kanker paru-paru, toksisitas pada ginjal, diabetes mellitus, serta penyakit kardiovaskular.
Diriwayatkan oleh Jabir bin 'Abdullah:
"Aku mendengar Rasulullah (ﷺ) mengatakan: 'Air Zamzam adalah untuk apa pun (sesuai niat / doa) yang minum.'" (Sunan Ibn Majah, Vol. 4, Book 25, Hadith 3062)
Berdasarkan riset, air Zamzam tidak mengubah kadar mineral dan elektrolit pada orang yang meminumnya, tidak pula memiliki efek negatif pada fungsi ginjal mereka. Hal tersebut menunjukkan bahwa akuifer pada sumur Zamzam tergolong unik.
Sumur mata air yang memiliki peran penting bagi umat Islam tersebut terletak di kawasan Masjidil Haram, sebelah tenggara Kabah. Kedalaman mata air sumur Zamzam sekitar 30 meter, adapun diameternya sekitar 108 hingga 266 meter. Selama musim haji, banyak peziarah yang melakukan ibadah Haji dan Umrah yang berkunjung ke sumur tersebut, dan sebagian membawa pulang air Zamzam sebagai oleh-oleh. Wallaahu a’lam bishawaab.
Sumber:
Afro-Arabian Geology: A Kinematic View, page 266 - R. Bowen, U. Jux - Springer Science & Business Media, 30 Apr 1987.
Livescience - Aquifers: Underground Stores of Freshwater.
Mayoclinic - Dehydration.
Researchgate - The effect of mineral-based alkaline water on hydration status & the metabolic response to short-Term anaerobic exercise.
Researchgate - Effect Of Water Intake Pattern On Serum Mineral And Electrolyte Levels In Makkah People.
The Qualities and uses of zamzam water (a scientific and islamic exploration), page 63 - Abdul Quadir Adeniyi Okeneye - Dar Al Kotob Al Ilmiyah, 1 Jan 2016.
![]() |
| Sumur Zamzam. (Wikimedia) |
Salah satu contoh akuifer yang dapat dikemukakan disini adalah air pada sumur Zamzam. Menurut para ahli, air pada sumur Zamzam dikategorikan sebagai akuifer fractured bedrock yaitu akuifer di mana air tanah ada di dalam fraktur. Adapun definisi fraktur adalah proses alamiah dalam formasi batuan yang menyebabkan batu terbelah menjadi dua bagian atau lebih. Hal tersebut biasanya disebabkan ketika batu tidak cukup kuat untuk menahan terlalu banyak tekanan, sehingga membuat batu itu retak di sepanjang titik terlemahnya.
Al-Qur'an menjelaskan tentang akuifer dalam ayat berikut:
Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. [Surat Al-Baqarah Ayat 74]
Makna kata yashshaqqaqu (terbelah) secara ilmiah adalah fraktur. Data menunjukkan bahwa akuifer yang memasok air pada sumur zamzam mengisi ulang dari fraktur batu di gunung-gunung terdekat di sekitar Mekkah. Adapun air di dalam sumur berasal dari serapan air hujan di Wadi Ibrahim.
Menurut penelitian Zamzam Studies and Research Centre (ZSRC) ketinggian air pada sumur zamzam adalah 3,23 meter di bawah permukaan. Tes pemompaan pada 8000 liter / detik selama lebih dari 24 jam menunjukkan penurunan ketinggian air dari 3,23 meter di bawah permukaan menjadi 12,72 meter dan kemudian menjadi 13,39 meter, setelah itu ketinggian air berhenti surut. Ketika pemompaan berhenti, ketinggian air pulih hingga 3,9 meter di bawah permukaan hanya sebelas menit kemudian.
Selain fakta di atas, penelitian juga menunjukkan bahwa air Zamzam masuk kategori air alkali. Pengertian air alkali adalah air dengan pH lebih tinggi dibanding air mineral standar. Struktur batuan aquifer yang menahan air Zamzam mungkin memiliki kandungan unsur kimia seperti kalsium yang bocor ke dalam air, sehingga meningkatkan pH. Konsumsi air alkali memiliki dampak positif terhadap keseimbangan asam-basa dan status hidrasi pada orang dewasa. Hal ini sangat berguna ketika kita mengalami dehidrasi, misalnya karena demam.
Diriwayatkan oleh Abu Jamra Ad-Dabi:
Saya biasa duduk dengan Ibn Abbas ra di Mekkah. Suatu ketika saya demam dan dia berkata (kepada saya), "Dinginkan demam Anda dengan air Zamzam, karena Rasulullah (ﷺ) bersabda: '(Demam) berasal dari panas Api (Neraka); jadi, dinginkan dengan air (atau air Zamzam).'" (Sahih al-Bukhari, Vol. 4, Book 54, Hadith 483)
Secara ilmiah, demam biasanya disebabkan oleh virus atau infeksi bakteri. Demam pada dasarnya adalah cara tubuh melawan penyakit. Dampak yang ditimbulkan pada akhirnya dapat menyebabkan dehidrasi (kondisi yang membuat kehilangan banyak air tubuh). Semakin tinggi demam seseorang, semakin parah orang tersebut mengalami dehidrasi. Demam menjadi sebuah masalah kesehatan yang hampir semua orang pernah mengalaminya. Ada banyak cara yang dapat digunakan untuk menyembuhkan demam. Konsumsi air alkali alami seperti Zamzam adalah salah satu cara yang dianjurkan dalam agama Islam.
| Air Zamzam identik dengan ibadah Haji dan Umrah. (Wikimedia) |
Diriwayatkan oleh Jabir bin 'Abdullah:
"Aku mendengar Rasulullah (ﷺ) mengatakan: 'Air Zamzam adalah untuk apa pun (sesuai niat / doa) yang minum.'" (Sunan Ibn Majah, Vol. 4, Book 25, Hadith 3062)
Berdasarkan riset, air Zamzam tidak mengubah kadar mineral dan elektrolit pada orang yang meminumnya, tidak pula memiliki efek negatif pada fungsi ginjal mereka. Hal tersebut menunjukkan bahwa akuifer pada sumur Zamzam tergolong unik.
Sumur mata air yang memiliki peran penting bagi umat Islam tersebut terletak di kawasan Masjidil Haram, sebelah tenggara Kabah. Kedalaman mata air sumur Zamzam sekitar 30 meter, adapun diameternya sekitar 108 hingga 266 meter. Selama musim haji, banyak peziarah yang melakukan ibadah Haji dan Umrah yang berkunjung ke sumur tersebut, dan sebagian membawa pulang air Zamzam sebagai oleh-oleh. Wallaahu a’lam bishawaab.
Sumber:
Afro-Arabian Geology: A Kinematic View, page 266 - R. Bowen, U. Jux - Springer Science & Business Media, 30 Apr 1987.
Livescience - Aquifers: Underground Stores of Freshwater.
Mayoclinic - Dehydration.
Researchgate - The effect of mineral-based alkaline water on hydration status & the metabolic response to short-Term anaerobic exercise.
Researchgate - Effect Of Water Intake Pattern On Serum Mineral And Electrolyte Levels In Makkah People.
The Qualities and uses of zamzam water (a scientific and islamic exploration), page 63 - Abdul Quadir Adeniyi Okeneye - Dar Al Kotob Al Ilmiyah, 1 Jan 2016.
