Ruang Hampa Udara Menyebabkan Hipoksia

Ketika kita menghirup udara di tempat dengan ketinggian sama dengan permukaan laut, tekanan atmosfir sekitar cukup tinggi (101,325 Pa). Konsentrasi oksigen di udara dengan ketinggian sama dengan permukaan laut adalah 20,9 persen. Oksigen dengan mudah masuk melewati saluran pernafasan (membran paru-paru) kita.

Semakin tinggi dari tanah, tekanan udara semakin rendah sehingga mengakibatkan hipoksia. (Pixabay)
Kebalikannya, pada tempat yang sangat tinggi, oksigen lebih sulit masuk ke sistem peredaran darah. Penyebabnya adalah karena tekanan udara yang lebih rendah. Dampaknya adalah hipoksia atau kekurangan oksigen. Sebagai akibatnya, tubuh bereaksi dengan bernafas lebih cepat, lebih dalam, dan sering tersengal ketika melakukan aktifitas.

Allah SWT berfirman sebagai berikut:

Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. [Surat Al-An'am Ayat 125]

Atmosfir pada ketinggian 8.000 meter disebut zona kematian, yaitu ketinggian di atas titik tertentu dimana jumlah oksigen tidak mencukupi untuk menopang kehidupan manusia. Istilah zona kematian pertama kali dicetuskan pada tahun 1953 oleh Edouard Wyss-Dunant, seorang dokter Swiss, dalam sebuah artikel yang diterbitkan dalam jurnal Swiss Foundation for Alpine Research.

Antariksawan memakai pakaian ruang angkasa yang dilengkapi pasokan oksigen agar dapat bernapas dan membuang karbon dioksida. (Wikimedia)
Antariksawan sangat rentan terkena hipoksia jika tidak hati-hati. Pada saat tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen, maka antariksawan berisiko menjadi pingsan dan sekarat karena hipoksia. Dalam ruang hampa udara, akibat yang ditimbulkan adalah hilangnya oksigen dari aliran darah. Setelah 9 hingga 12 detik, darah yang terdeoksigenasi mencapai otak, dan menyebabkan hilangnya kesadaran.

Percobaan pada hewan menunjukkan bahwa pemulihan dan penyembuhan yang cepat masih memungkinkan bagi mereka yang terkena hipoksia dalam waktu kurang dari 90 detik. Adapun mereka yang mengalami hipoksia lebih lama dari 90 detik dapat berakibat fatal dan pertolongan pertama tidak pernah berhasil. Wallaahu a’lam bishawaab.

Sumber:

Wikipedia - Effect of spaceflight on the human body & Hypoxia (medical).