Bentuk Alam Semesta Menurut Agama Islam

Menurut teori inflasi, geometri alam semesta yang dapat diamati adalah datar, seperti selembar kertas. WMAP telah mengkonfirmasi dengan akurasi dan presisi yang tinggi. Alam semesta adalah datar dengan margin kesalahan hanya 0,4 persen.

Alam semesta yang dapat diamati memiliki bentuk datar seperti kertas. (Pixabay)
Bentuk datar menunjukkan bahwa alam semesta tak terbatas luasnya (infinity). Walaupun demikian, karena alam semesta memiliki usia yang terbatas, kita hanya bisa mengamati volume yang terbatas dari alam semesta. Alam semesta kemungkinan jauh lebih besar dari volume yang dapat kita amati.

Allah SWT berfirman sebagai berikut:

(Yaitu) pada hari Kami lipat langit sebagai melipat lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya. [Surat Al-Anbiya Ayat 104]

Menurut terjemahan Sahih International, yang dimaksud dengan natwi (نَطْوِي) adalah lipat. Sedangkan yang dimaksud dengan kaṭayyi (كَطَيِّ) adalah melipat. Karena itu makna yang tepat adalah "Pada hari Kami lipat langit sebagai melipat lembaran-lembaran kertas."

Topologi alam semesta menunjukkan bahwa ruangwaktu yang datar dapat dilipat menjadi torus ketika ujung-ujungnya bersentuhan. Torus menurut wikipedia adalah bentuk menyerupai cincin (atau donat). Torus mewakili bentuk alam semesta yang melakukan siklus tanpa singularitas. Model torus dari ruangwaktu merupakan pendekatan baru dari teori cyclic.

Teori cyclic (atau model bersiklus) menyatakan bahwa alam semesta mengikuti siklus yang tak terbatas. Sebagai contoh adalah teori alam semesta bersiklus yang diusulkan oleh Albert Einstein pada tahun 1930. Dia berteori bahwa alam semesta mengikuti serangkaian siklus abadi, masing-masing dimulai dengan Big Bang (terbentuknya alam semesta) dan diakhiri dengan Big Crunch (kiamat). Setelah terbentuk, alam semesta akan mengembang untuk suatu periode waktu sebelum gaya tarik gravitasi materi menyebabkannya runtuh (big crunch) dan mengalami pembentukan alam semesta kembali (big bang).

Model torus pertama kali diperkenalkan pada tahun 1984 oleh Alexei Starobinsky dan Yakov Borisovich Zel'dovich di Landau Institute di Moskow. Teori tersebut menggambarkan bentuk alam semesta (topologi) sebagai torus tiga dimensi. Konsekuensi dari geometri torus adalah luas alam semesta bersifat terbatas (finity) dan relatif kecil.

Para peneliti telah mengamati pola-pola tak terduga dalam CMB, radiasi yang ditinggalkan oleh Big Bang. CMB terdiri dari gelombang berupa bintik-bintik panas dan bintik-bintik dingin. Berdasarkan definisi, alam semesta tidak terbatas seharusnya mengandung gelombang-gelombang dari semua ukuran. Tetapi para peneliti menemukan bahwa gelombang yang lebih panjang tidak ditemukan dari pengukuran CMB. Satu penjelasan mengenai gelombang yang hilang adalah bahwa alam semesta bersifat terbatas.

Geometri torus dapat menyelesaikan jawaban untuk sebagian besar masalah alam semesta yang masih belum terpecahkan seperti kerataan, masalah horizon, pembentukan struktur dan masalah entropi.

Diriwayatkan oleh 'Abdullah ibnu' Amr:

Kami sedang duduk dengan Rasulullah (Saw), ketika seorang pria Badui mengenakan jubah dengan border mendekatinya sampai ia berdiri di hadapan Rasulullah (Saw). Pria Badui tersebut berkata, "Temanmu telah merendahkan setiap penunggang kuda dan mengangkat setiap gembala." Nabi (Saw) memegangi lipatan jubahnya dan berkata, "Saya melihat bahwa Anda mengenakan pakaian seseorang yang tidak memiliki kecerdasan." Kemudian beliau melanjutkan, 'Nabi Nuh (as) memberi tahu putranya, "Aku akan memberimu beberapa instruksi. Aku perintahkan kamu satu perkara dan aku melarang kamu dua perkara. Aku perintahkan kamu untuk mengatakan, 'Tidak ada tuhan selain Allah.' Jika tujuh langit dan tujuh bumi adalah cincin gelap, mereka akan dipotong oleh 'Tidak ada Tuhan selain Allah' dan 'Kemuliaan bagi Allah dan dengan pujian-Nya.' Ucapan ini merupakan doa dari setiap hal dan olehnya semuanya memiliki ketentuannya. Aku melarang kamu untuk menyekutukan apapun dengan Allah dan aku melarang kamu untuk berbangga diri. ' (Al-Adab Al-Mufrad, Book 30, Hadith 548)

Geometri torus pada alam semesta memiliki bentuk seperti cincin atau donat. (Wikimedia)
Salah satu pertanyaan terbesar mengenai teori cyclic adalah bagaimana alam semesta akan bertransisi dari kontraksi (kolaps/big crunch) ke ekspansi (big bang) ketika sepenuhnya 'kempes'. Menurut para peneliti, ketika alam semesta berada pada titik terkecilnya (kolaps), ia diperintah oleh mekanika kuantum dan bukan fisika normal dari dunia sehari-hari di sekitar kita.

Alam semesta akan diselamatkan dari ketiadaan karena efek mekanika kuantum pada dasarnya akan menyatukan semuanya. Mekanika kuantum mampu menyelamatkan elektron agar tidak lepas dari atom, sehingga kehancuran atom bisa dicegah. Dengan itu pula, alam semesta dapat berkembang dari satu titik bahkan dengan sedikit radiasi dan zat yang hadir pada saat itu. Wallaahu a’lam bishawaab.

Sumber:

NASA - Will the Universe expand forever?

Nature - Doughnut-shaped Universe bites back.

Quranic Arabic Corpus - Natwi & Katayyi.

R. MURDZEK: CYCLIC UNIVERSES FROM TORUS GEOMETRY, Physics Department, “Al. I. Cuza” University.

Sciencealert - Physicists Just Showed That The Big Bang Might Have Been a 'Big Bounce'.

Sunnah - Al-Adab Al-Mufrad.

University of Oregon - Geometry of the Universe.

Wikipedia - Three-torus model of the universe & Cyclic model.