Setiap benda langit di alam semesta bergerak dalam hubungannya satu sama lain dalam orbit. Planet, asteroid, komet, bintang, galaksi, nebula, dll. Dalam sebuah pengamatan di wilayah Utah, bintang-bintang di langit terbit dari arah timur. Bintang-bintang tersebut terbit secara diagonal, kemudian bergerak dari utara ke selatan. Setelah beberapa jam, bintang-bintang akan tampak di langit tinggi bagian selatan. Di langit kota Utah bagian utara, bintang terbit di timur laut dan terbenam di barat laut, bergerak berlawanan arah jarum jam mengelilingi titik yang tinggi di atas cakrawala utara.
Selama rotasi bumi, beberapa bintang terbit dari bawah cakrawala timur dan kemudian terbenam di bawah cakrawala barat. Karena itu, bintang-bintang ini disebut terbit dan terbenam. Sudut terbit dan terbenam bintang adalah sama yaitu 90 ° - | lintang pengamat |. Bintang Utara (Polaris) dikenal memiliki posisi tetap di langit utara. Anda selalu dapat menggunakan polaris untuk menemukan arah utara. Tapi polaris juga melakukan pergerakan. Jika Anda memotretnya, Anda akan menemukan lingkaran kecil di sekitar titik tepat di kutub langit utara setiap hari. Penyebabnya karena polaris bergerak sekitar tiga perempat derajat dari langit utara.
Semua bintang-bintang yang kita lihat di langit malam adalah anggota galaksi Bimasakti. Semua bintang tersebut bergerak melalui ruang angkasa, tetapi mereka begitu jauh sehingga kita tidak dapat dengan mudah melihat mereka bergerak relatif satu sama lain. Itulah sebabnya bintang-bintang tampak saling menempel satu sama lain. Selain itu, sebagian besar dari kita melihat rasi bintang yang sama dengan leluhur kita.
Allah SWT berfirman sebagai berikut:
Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya. [Surat Al-Anbiya Ayat 33]
Menurut Imam Jalaluddin as-Suyuthi, kata kullun (masing-masing / كُلٌّ) memiliki makna berjumlah tiga atau lebih. Dua benda langit sudah disebutkan. Pertama adalah al-shams atau matahari. Kedua adalah al-qamar atau bulan. Adapun yang ketiga adalah al-nujūm atau bintang-bintang.
Matahari melakukan pergerakan dalam arti sesungguhnya. Matahari mengelilingi orbit dikenal sebagai tahun galaksi, yaitu
waktu yang dibutuhkan tata surya untuk melakukan satu revolusi mengelilingi galaksi Bimasakti. Matahari, bumi, bulan, beserta seluruh benda langit di dalam tata surya bergerak mengelilingi galaksi Bimasakti. Bintang-bintang bergerak pada orbit di sekitar pusat galaksi. Benda yang menghiasi langit malam ini memiliki beberapa gerakan acak. Mereka tidak mengorbit galaksi dalam bentuk lingkaran sempurna. Gerakan acak tersebut biasanya menempuh beberapa puluh km / detik dalam beberapa arah.
Menurut keterangan dalam tafsir Ibnu Jarir, ayat di atas mengacu pada kecepatan bergerak benda-benda langit seperti matahari, bulan, bintang dan lainnya. Di Bimasakti, Tata Surya bergerak dengan kecepatan rata-rata 230 km / detik. Bintang-bintang biasanya memiliki kecepatan 100 km / detik, sedangkan bintang-bintang dengan kecepatan lebih tinggi, memiliki kecepatan sekitar 1000 km / detik. Bintang-bintang yang bergerak cepat ini lebih banyak jumlahnya di dekat pusat Bimasakti, yang juga merupakan tempat sebagian besar bintang-bintang diperkirakan diproduksi.
Bumi secara otomatis melakukan dua pergerakan. Pertama, mengelilingi matahari bersama bulan. Kedua, melakukan tahun galaksi bersama-sama dengan matahari dan seluruh benda langit di dalam tata surya. Hadis berikut diriwayatkan melalui otoritas Qatadah bin an-Nu'man (ra) dengan jalur periwayatan yang sama tetapi (dengan variasi susunan kata):
"Allah Swt memerintahkan bumi (dari tempatnya) agar bergerak menjauh, dan (memerintahkan) kepada bumi lainnya (yang bergerak) untuk mendekat." (Sahih Muslim, Book 37, Hadith 6664)
Pergerakan bumi (revolusi dan tahun galaksi) menunjukkan bahwa bumi tidak stagnan. Bumi bergerak mengelilingi orbit menunjukkan bahwa bumi bukan pusat alam semesta (teori geosentris). Matahari bergerak mengelilingi orbit menunjukkan bahwa matahari bukan pusat alam semesta (teori heliosentris). Galaksi Bimasakti sendiri ternyata bergerak mengelilingi orbit. Hal ini menunjukkan bahwa galaksi Bimasakti bukan pusat alam semesta (teori galactosentris).
Bimasakti adalah salah satu dari dua galaksi besar yang membentuk apa yang disebut Grup Lokal, yang berisi sekitar lima puluh galaksi. Galaksi besar lain yang kedua adalah Andromeda. Galaksi kita dan Andromeda mengorbit satu sama lain. Keduanya merupakan objek yang sangat besar dan sangat jauh satu sama lain, tetapi keduanya saling terikat secara gravitasi.
Apakah Grup Lokal secara keseluruhan mengelilingi orbit tertentu? Jawabannya adalah Ya. Grup Lokal adalah bagian dari Virgo Supercluster, yang pada gilirannya bergerak relatif terhadap struktur yang lebih besar di alam semesta. Tidak ada benda langit yang benar-benar stagnan di alam semesta. Wallaahu a’lam bishawaab.
Sumber:
Astroquizzical - Does our galaxy orbit anything?
Cornell University - How do stars move in the Galaxy? (Intermediate).
Earthsky - Does the North Star ever move?
King Saud University - Tafsir al-Tabari.
Quranx - Tafsir al-Jalalain.
University of Nebraska-Lincoln - Paths of the Stars.
Wikipedia - Galactic year & Stellar kinematics.
Weber State University - Motion of the Stars.
![]() |
| Jejak orbit pada bintang-bintang di Belahan Bumi Utara dengan Polaris di tengah. (Wikimedia) |
Semua bintang-bintang yang kita lihat di langit malam adalah anggota galaksi Bimasakti. Semua bintang tersebut bergerak melalui ruang angkasa, tetapi mereka begitu jauh sehingga kita tidak dapat dengan mudah melihat mereka bergerak relatif satu sama lain. Itulah sebabnya bintang-bintang tampak saling menempel satu sama lain. Selain itu, sebagian besar dari kita melihat rasi bintang yang sama dengan leluhur kita.
Allah SWT berfirman sebagai berikut:
Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya. [Surat Al-Anbiya Ayat 33]
Menurut Imam Jalaluddin as-Suyuthi, kata kullun (masing-masing / كُلٌّ) memiliki makna berjumlah tiga atau lebih. Dua benda langit sudah disebutkan. Pertama adalah al-shams atau matahari. Kedua adalah al-qamar atau bulan. Adapun yang ketiga adalah al-nujūm atau bintang-bintang.
Matahari melakukan pergerakan dalam arti sesungguhnya. Matahari mengelilingi orbit dikenal sebagai tahun galaksi, yaitu
waktu yang dibutuhkan tata surya untuk melakukan satu revolusi mengelilingi galaksi Bimasakti. Matahari, bumi, bulan, beserta seluruh benda langit di dalam tata surya bergerak mengelilingi galaksi Bimasakti. Bintang-bintang bergerak pada orbit di sekitar pusat galaksi. Benda yang menghiasi langit malam ini memiliki beberapa gerakan acak. Mereka tidak mengorbit galaksi dalam bentuk lingkaran sempurna. Gerakan acak tersebut biasanya menempuh beberapa puluh km / detik dalam beberapa arah.
Menurut keterangan dalam tafsir Ibnu Jarir, ayat di atas mengacu pada kecepatan bergerak benda-benda langit seperti matahari, bulan, bintang dan lainnya. Di Bimasakti, Tata Surya bergerak dengan kecepatan rata-rata 230 km / detik. Bintang-bintang biasanya memiliki kecepatan 100 km / detik, sedangkan bintang-bintang dengan kecepatan lebih tinggi, memiliki kecepatan sekitar 1000 km / detik. Bintang-bintang yang bergerak cepat ini lebih banyak jumlahnya di dekat pusat Bimasakti, yang juga merupakan tempat sebagian besar bintang-bintang diperkirakan diproduksi.
![]() |
| Matahari, bumi, bulan bersama dengan seluruh benda langit yang ada di tata surya mengelilingi galaksi Bimasakti. Orbit mereka ditunjukkan oleh lingkaran warna kuning. (Wikimedia) |
"Allah Swt memerintahkan bumi (dari tempatnya) agar bergerak menjauh, dan (memerintahkan) kepada bumi lainnya (yang bergerak) untuk mendekat." (Sahih Muslim, Book 37, Hadith 6664)
Pergerakan bumi (revolusi dan tahun galaksi) menunjukkan bahwa bumi tidak stagnan. Bumi bergerak mengelilingi orbit menunjukkan bahwa bumi bukan pusat alam semesta (teori geosentris). Matahari bergerak mengelilingi orbit menunjukkan bahwa matahari bukan pusat alam semesta (teori heliosentris). Galaksi Bimasakti sendiri ternyata bergerak mengelilingi orbit. Hal ini menunjukkan bahwa galaksi Bimasakti bukan pusat alam semesta (teori galactosentris).
Bimasakti adalah salah satu dari dua galaksi besar yang membentuk apa yang disebut Grup Lokal, yang berisi sekitar lima puluh galaksi. Galaksi besar lain yang kedua adalah Andromeda. Galaksi kita dan Andromeda mengorbit satu sama lain. Keduanya merupakan objek yang sangat besar dan sangat jauh satu sama lain, tetapi keduanya saling terikat secara gravitasi.
Apakah Grup Lokal secara keseluruhan mengelilingi orbit tertentu? Jawabannya adalah Ya. Grup Lokal adalah bagian dari Virgo Supercluster, yang pada gilirannya bergerak relatif terhadap struktur yang lebih besar di alam semesta. Tidak ada benda langit yang benar-benar stagnan di alam semesta. Wallaahu a’lam bishawaab.
Sumber:
Astroquizzical - Does our galaxy orbit anything?
Cornell University - How do stars move in the Galaxy? (Intermediate).
Earthsky - Does the North Star ever move?
King Saud University - Tafsir al-Tabari.
Quranx - Tafsir al-Jalalain.
University of Nebraska-Lincoln - Paths of the Stars.
Wikipedia - Galactic year & Stellar kinematics.
Weber State University - Motion of the Stars.

