Cahaya Di Atas Cahaya

Minyak zaitun memiliki keunikan yang dikenal dengan nama fluoresensi. Definisi fluoresensi adalah cahaya yang dilepaskan oleh benda tertentu setelah menyerap cahaya atau radiasi elektromagnetik lainnya. Pertama, benda tersebut menyerap energi, lalu memancarkan cahaya. Ketika sumber cahaya dihilangkan, fluoresensi berhenti terjadi.

Ilustrasi fluoresensi. (Wikimedia)
Dalam kebanyakan kasus, cahaya yang dilepaskan memiliki panjang gelombang yang lebih panjang serta energi yang lebih rendah dibanding dengan cahaya yang diserap. Perbedaan panjang gelombang dan tingkat energi menghasilkan warna pada cahaya yang dapat dilihat oleh mata manusia. Penelitian menunjukkan bahwa minyak zaitun murni berpendar dengan warna kuning ketika terkena sinar ultra violet sebagai sumber cahaya. Adapun minyak zaitun olahan berpendar dengan warna biru ketika mendapat perlakuan yang sama.

Allah SWT berfirman sebagai berikut:

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan kawkab (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. [Surat An-Nur Ayat 35]

Dalam ayat diatas terdapat kalimat: yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api (يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ). Menurut Ibnu Abbas (ra), maksud kalimat tersebut adalah minyak zaitun hampir menyala (berpendar) sebelum api menyentuhnya. Ketika minyak sudah disentuh oleh api, akan ada cahaya tambahan pada cahaya yang sudah ada. Karena itu, nyala api dibutuhkan sebagai sumber cahaya. Sama seperti matahari, api memancarkan gelombang pendek ultra violet dalam spektrum emisinya.

Allah SWT menggunakan analogi lampu kaca berisi minyak zaitun sebagai kawkab. Dalam artikel sebelumnya, kawkab (الْكَوَاكِبِ) didefinisikan sebagai benda langit yang bersinar karena sumber cahaya dari benda langit lain. Menurut Ibnu Abbas, kawkab adalah salah satu dari lima planet: Merkurius, Jupiter, Venus, Mars dan Saturnus. Venus merupakan salah satu objek paling terang di langit malam. Planet tersebut sangat terang karena awan tebalnya memantulkan sebagian besar sinar matahari (sekitar 70%) kembali ke ruang angkasa. Selain itu juga merupakan planet terdekat dengan Bumi.

Peradaban kekaisaran Romawi Timur

Pada permulaan abad pertengahan, peradaban manusia dari berbagai penjuru dunia menggunakan lampu minyak sebagai alat penerangan mereka. Lampu minyak adalah objek yang digunakan untuk menghasilkan cahaya terus menerus selama periode waktu menggunakan sumber bahan bakar berbasis minyak. Umumnya wadah yang mereka gunakan terbuat dari pahatan batu, pahatan kayu, dan tembikar. Kekaisaran Romawi Timur, bagaimanapun, telah mampu membuat wadah lampu minyak dari kaca.

Kekaisaran Romawi Timur menggunakan lampu kaca berbahan bakar minyak zaitun sebagai alat penerangan. (Art Institute of Chicago)
Lampu kaca pertama kali diproduksi secara massal pada awal abad ke-4 Masehi. Sebagian besar berbentuk kerucut dan cukup besar. Lampu-lampu tersebut dapat menampung lebih banyak minyak dibanding dengan lampu tembikar tradisional pada masa itu, dan karenanya menyala jauh lebih lama. Cahaya yang dihasilkan 60% lebih banyak, jika sumbu pada lampu dirawat dengan baik.

Beberapa jenis lampu kaca memiliki batang yang panjang, yang lain memiliki batang yang pendek; beberapa memiliki mulut terbuka lebar, yang lain memiliki mulut yang sempit. Beberapa lampu berbentuk mangkuk ditambahkan tabung kaca kecil dalam posisi tegak yang berfungsi sebagai tempat sumbu, memastikan nyala api tetap stabil.

Lampu kaca pada gambar diatas merupakan lampu gantung (digantung di langit-langit). Kekaisaran Romawi Timur biasanya membakar minyak zaitun untuk penerangan. Lampu yang terbuat dari kaca lebih mahal dibanding dengan, misalnya, lampu dari tembikar. Kemungkinan digunakan untuk menerangi bagian terpenting dari sebuah gereja, seperti altar atau nave. Menyalakan lampu kaca itu mahal, jadi banyak donatur yang dermawan memberi sumbangan kepada gereja agar dapat menyalakan lampu. Kaisar Constantine, misalnya, menyumbangkan pendapatan dari tujuh perkebunan besar khusus untuk pemeliharaan 174 lampu, polkandela, dan kandil di Basilika Saint John Lateran di Roma.

Menurut penjelasan dalam tafsir al-Baghawi, makna kalimat "pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur dan tidak pula di sebelah barat" adalah wilayah levant. Lampu kaca dalam gambar diatas berasal dari wilayah mediterania timur dan dibuat pada kurun waktu antara 501-600 Masehi. Levant pada dasarnya adalah mediterania timur tanpa Siprus.

Kesimpulan

Makna "cahaya diatas cahaya" adalah dua jenis cahaya dalam satu alat penerangan. Pertama adalah cahaya dari minyak zaitun yang berpendar atau fluoresensi. Kedua adalah cahaya dari nyala api atau dikenal dengan istilah incandescence.

Ilustrasi salah satu contoh Incandescence. (Wikimedia)
Incandescence adalah emisi radiasi elektromagnetik dari benda panas akibat suhunya. Biasanya merujuk secara khusus pada cahaya yang dapat dilihat oleh mata manusia. Dalam istilah yang lebih sederhana, incandescence adalah cahaya dari panas. Cahaya api merupakan salah satu contoh incandescence. Ketika sebuah benda terbakar oleh api, atom-atom karbon pada benda itu memancarkan cahaya. Efek "panas menghasilkan cahaya" ini disebut incandescence. Wallaahu a’lam bishawaab.

Sumber:

ACS Publications - Fluorescence of Olive Oil under Ultra-Violet Light.

Art Institute of Chicago - Lamp.

California Institute of Technology - Why is Venus so bright in the night sky?

Howstuffworks - How fire works?

King Saud University - Tafsir al-Baghawi.

Quora - Does fire produce UV light?

Quranx - Tafsir Ibnu Abbas.

University of Pennsylvania Museum of Archaeology and Anthropology - New Shapes in Church Lamps.

Wikipedia - Fluorescence, Incandescence, Oil lamp.

Udara Panas Dapat Menyebabkan Gangguan Pendengaran

Demam tingkat tinggi pada manusia dewasa berkisar antara 39,4 - 40 °C. Suhu tubuh yang berbahaya untuk demam tingkat tinggi berkisar antara 40 - 41,6 °C atau lebih tinggi. Demam yang sangat tinggi juga disebut hiperpireksia. Penelitian telah menunjukkan bahwa demam tinggi dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen dan signifikan. Demam tinggi dapat menyebabkan gangguan pendengaran yang disebut sensorineural.

Anatomi telinga. (Wikimedia)
Secara anatomi, bagian dalam telinga mengandung sel-sel rambut kecil (ujung saraf), yang mengubah suara menjadi sinyal listrik. Saraf kemudian membawa sinyal-sinyal ini ke otak. Gangguan pendengaran sensorineural (SNHL) disebabkan oleh kerusakan sel-sel khusus tersebut, atau serabut saraf di telinga bagian dalam. Kadang-kadang, gangguan pendengaran disebabkan oleh kerusakan pada saraf yang membawa sinyal ke otak.

Allah SWT berfirman sebagai berikut:

Mereka merintih di dalam api dan mereka di dalamnya tidak bisa mendengar. [Surat Al-Anbiya Ayat 100]

Ayat diatas berkaitan dengan para penghuni neraka. Ibnu Jarir memaknainya secara bahasa bahwa mereka tidak bisa mendengar di dalam neraka.

Diriwayatkan dari Ibnu Umar (ra) bahwa Nabi (ﷺ) bersabda:

"Demam hebat berasal dari panasnya api Neraka, jadi dinginkan dengan air." (Sunan Ibnu Majah, Vol. 4, Book 31, Hadith 3472)

Dalam sebuah testimoni disebutkan bahwa pendengaran seseorang menurun dengan cepat selama beraktifitas di ruangan dengan suhu 105 derajat yang berlangsung selama satu setengah jam. Demam bukanlah penyakit dengan sendirinya. Sebaliknya, itu adalah gejala bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam tubuh. Demam tidak memberi tahu Anda apa yang menyebabkannya. Berada dalam area yang terlalu panas atau di bawah sinar matahari juga dapat menyebabkan demam.

Api neraka disebutkan jauh lebih panas dibanding dengan api dunia. Panas yang dihasilkan dapat mengakibatkan hilangnya fungsi pendengaran. (Giphy)
Gangguan pendengaran sensorineural merupakan salah satu jenis utama gangguan pendengaran paling umum. Istilah lainnya adalah "nerve deafness". Umumnya bersifat permanen dan bisa ringan, sedang, berat, mendalam, atau total. Gangguan pendengaran sensorineural tidak hanya menyebabkan suara menjadi lebih pelan tetapi juga membuat suara kurang jernih. Gangguan pendengaran semacam ini membuat sulit untuk mendengarkan ketika ada banyak suara berisik. Selain itu juga membuat orang lain harus berbicara lebih keras kalau ingin didengar. Wallaahu a’lam bishawaab.

Sumber:

Cedars-sinai - Fever.

Emedicinehealth - Fever in Adults.

Hearingcounselors - High Fever Linked to Hearing Loss.

Hearinglosshelp - High Body Temperature and Hearing Loss.

King Saud University - Tafsir al-Tabari.

MedlinePlus - Sensorineural deafness.

Sunnah - Sunan Ibnu Majah.

The International Hearing Society - Hearing Loss.

Wikipedia - Sensorineural hearing loss.

Pergerakan Lempeng Tektonik Pada Akhir Zaman

Bumi memiliki beberapa lapisan. Lapisan paling atas adalah kerak dengan persentase kurang dari 1% dari volume bumi. Kerak bumi terdiri dari berbagai jenis batuan: batuan beku, metamorf, dan sedimen. Di bawah kerak adalah mantel, berupa cangkang tebal sedalam 2.900 km yang membentuk sekitar 84% dari volume bumi. Kerak dan mantel atas (upper mantle) dikenal dengan nama litosfer. Litosfer dipecah menjadi lempeng-lempeng tektonik yang dapat bergerak. Beberapa di antaranya sangat besar dan dapat menjadi seluruh benua.

Lempeng tektonik terdiri dari kerak (Crust) dan mantel atas (Upper mantle). (Wikimedia)
Menurut penelitian tentang pergerakan lempeng, lempeng tektonik bumi bergerak lebih cepat saat ini dibanding dalam 2 miliar tahun terakhir. Kesimpulan tersebut dapat dijelaskan oleh penemuan baru lainnya, berupa keberadaan lebih banyak air di dalam mantel bumi dibandingkan semua lautan yang digabungkan. Lempeng tektonik berkaitan erat dengan pegunungan. Pergerakan lempeng tektonik menciptakan gunung berapi di sepanjang batas lempeng, yang meletus kemudian membentuk gunung-gunung. Pergerakan lempeng tektonik berarti pergerakan pegunungan juga.

Allah SWT berfirman sebagai berikut:

Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. [Surat An-Naml Ayat 88]

Menurut Ibnu Katsir, makna ayat diatas adalah gunung-gunung akan pindah dari tempat mereka. Ayat tersebut berkaitan dengan kejadian pada saat hari kiamat. Artinya bahwa gunung-gunung akan pindah dari tempat mereka seperti gerakan awan di langit. Tergantung pada seberapa cepat angin bertiup pada tingkat awan akan menentukan seberapa cepat awan bergerak. Awan sirus yang sangat tinggi didorong oleh jet stream dan dapat bergerak dengan kecepatan lebih dari 44,7 meter per detik. Awan yang merupakan bagian dari badai petir biasanya bergerak pada kecepatan 13,4 meter per detik hingga 17,8 meter per detik.

Contoh pergerakan lempeng tektonik yaitu setelah terjadi gempa dahsyat di Nepal pada tahun 2015. Puncak tertinggi di dunia tersebut bergerak 3 cm ke barat daya karena gempa Nepal yang meluluhlantakkan negara itu. Sebelum gempa, gunung Everest telah berpindah posisi 40 cm ke timur laut selama sepuluh tahun terakhir, dengan ketinggian meningkat 3 cm. Pemantauan data yang dilakukan pada tahun 2005-2015 menunjukkan bahwa gunung telah berpindah dengan kecepatan 4 cm per tahun dan mengalami penambahan ketinggian sebanyak 0,3 cm per tahun.

Map lempeng tektonik. (Wikimedia)
Lempeng di permukaan bumi bergerak karena panas dari dalam inti bumi. Panas tersebut menyebabkan batuan cair di lapisan mantel untuk bergerak. Kecepatan 4 cm per tahun memang masih jauh untuk menyamai kecepatan awan di langit. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa pergerakan lempeng tektonik akan semakin cepat di masa mendatang.

Keberadaan air dalam jumlah besar pada mantel bumi bisa menjelaskan peristiwa tersebut. Ketika kerak bumi bertemu lapisan mantel, air samudera ikut terhisap kebawah. Meskipun sebagian besar air itu kembali ke permukaan dalam emisi vulkanik, selama beberapa tahun keberadaan air samudera di mantel bumi mengalami peningkatan. Air samudera yang mengendap membentuk mineral hidro yang pada dasarnya membuat mantel lebih berair sehingga mempercepat aliran batu. Efeknya cukup kuat untuk mengatasi kekakuan pada mantel bumi. Wallaahu a’lam bishawaab.

Sumber:

NewScientist - Earth's tectonic plates have doubled their speed.

Quranx - Tafsir Ibnu Katsir.

The Guardian - Mount Everest moved three centimetres after Nepal earthquake.

WFMZ - How do clouds move?

Wikipedia - Mountain Formation, Earth's crust, Earth's mantle, Plate tectonics.

Windows To The Universe - How Do Plates Move?

Ruang Hampa Udara Menyebabkan Hipoksia

Ketika kita menghirup udara di tempat dengan ketinggian sama dengan permukaan laut, tekanan atmosfir sekitar cukup tinggi (101,325 Pa). Konsentrasi oksigen di udara dengan ketinggian sama dengan permukaan laut adalah 20,9 persen. Oksigen dengan mudah masuk melewati saluran pernafasan (membran paru-paru) kita.

Semakin tinggi dari tanah, tekanan udara semakin rendah sehingga mengakibatkan hipoksia. (Pixabay)
Kebalikannya, pada tempat yang sangat tinggi, oksigen lebih sulit masuk ke sistem peredaran darah. Penyebabnya adalah karena tekanan udara yang lebih rendah. Dampaknya adalah hipoksia atau kekurangan oksigen. Sebagai akibatnya, tubuh bereaksi dengan bernafas lebih cepat, lebih dalam, dan sering tersengal ketika melakukan aktifitas.

Allah SWT berfirman sebagai berikut:

Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. [Surat Al-An'am Ayat 125]

Atmosfir pada ketinggian 8.000 meter disebut zona kematian, yaitu ketinggian di atas titik tertentu dimana jumlah oksigen tidak mencukupi untuk menopang kehidupan manusia. Istilah zona kematian pertama kali dicetuskan pada tahun 1953 oleh Edouard Wyss-Dunant, seorang dokter Swiss, dalam sebuah artikel yang diterbitkan dalam jurnal Swiss Foundation for Alpine Research.

Antariksawan memakai pakaian ruang angkasa yang dilengkapi pasokan oksigen agar dapat bernapas dan membuang karbon dioksida. (Wikimedia)
Antariksawan sangat rentan terkena hipoksia jika tidak hati-hati. Pada saat tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen, maka antariksawan berisiko menjadi pingsan dan sekarat karena hipoksia. Dalam ruang hampa udara, akibat yang ditimbulkan adalah hilangnya oksigen dari aliran darah. Setelah 9 hingga 12 detik, darah yang terdeoksigenasi mencapai otak, dan menyebabkan hilangnya kesadaran.

Percobaan pada hewan menunjukkan bahwa pemulihan dan penyembuhan yang cepat masih memungkinkan bagi mereka yang terkena hipoksia dalam waktu kurang dari 90 detik. Adapun mereka yang mengalami hipoksia lebih lama dari 90 detik dapat berakibat fatal dan pertolongan pertama tidak pernah berhasil. Wallaahu a’lam bishawaab.

Sumber:

Wikipedia - Effect of spaceflight on the human body & Hypoxia (medical).

Keberadaan Ombak Di Dalam Lautan

Dari sudut pandang awam, ombak sering dipersepsikan sebagai gerakan permukaan air laut. Teknologi modern telah menemukan adanya ombak yang berada di bawah permukaan air laut, dikenal sebagai ombak internal.

Ombak lautan tidak hanya ada di permukaan, tetapi juga di kedalaman laut. (Wikimedia)
Ombak internal adalah jenis ombak yang terjadi pada lapisan air di dalam laut. Lapisan itu terbentuk dari perbedaan suhu atau kepadatan air laut seiring meningkatnya kedalaman. Keberadaan ombak internal dapat diketahui dengan naik dan tenggelamnya lapisan air tersebut. Walaupun demikian, pergerakan ombak ini hampir tidak menyentuh atau mempengaruhi permukaan laut sama sekali.

Berbeda dengan ombak yang berada di permukaan laut, ombak internal memiliki kecepatan yang jauh lebih lambat. Fenomena ini memainkan peran penting dalam mempertahankan ekosistem terumbu karang, yang dianggap rentan terhadap perubahan iklim dan dampak lingkungan lainnya, mengingat keberadaan ombak internal dapat membawa nutrisi dari kedalaman laut.

Allah SWT berfirman sebagai berikut:

Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun. [Surat An-Nur Ayat 40]

Menurut terjemahan Ibnu Katsir: Kegelapan di laut dalam yang luas, dibanjiri ombak yang diatapi ombak, diatapi oleh awan gelap.

Kita tidak bisa melihat ombak internal secara langsung, tetapi bisa terdeteksi melalui satelit. Ombak internal terbesar di dunia berada di selat luzon, menyapu melalui laut cina selatan, menjulang dengan ketinggian hingga 500 meter. Beruntung bagi kapal yang melakukan lalu lintas pada perairan sibuk antara Taiwan dan Filipina, ombak tersembunyi ini tidak menjangkau permukaan laut.

Gelap gulita yang berlapis-lapis

Ada bagian laut dimana hanya ada sedikit atau tidak ada sinar matahari, disebut zona aphotic. Secara formal didefinisikan sebagai kedalaman laut dengan sinar matahari yang menembus kurang dari satu persen. Sangat gelap, sehingga mustahil untuk melihat sekeliling. Sebagian besar makanan di zona ini berasal dari organisme mati yang tenggelam ke dasar laut dari perairan di atas.


Zona aphotic dibagi menjadi empat tingkatan. Pertama adalah mesopelagik atau twilight zone. Zona ini berada pada kedalaman 200-1000 meter di bawah permukaan laut. Kedua adalah bathypelagik atau dikenal juga sebagai midnight zone. Zona ini berada pada kedalaman 1000-4000 meter di bawah permukaan laut. Karena cahaya matahari tidak dapat menembus zona kedua, banyak spesies tidak memiliki mata.

Ketiga adalah abyssopelagik. Zona ini berada pada kedalaman 4000-6000 meter di bawah permukaan laut. Abyssopelagik ditandai dengan dingin terus menerus serta kurangnya nutrient. Keempat adalah Hadopelagik atau dikenal juga sebagai zona parit. Zona ini berada pada kedalaman lebih dari 6.000 meter di bawah permukaan laut. Karena kegelapan total, spesies yang berada di zona Hadopelagik mengalami proses adaptasi, dengan mata yang sangat besar untuk menerima cahaya dari bioluminescence. Wallaahu a’lam bishawaab.

Sumber:

MIT - The ocean’s hidden waves show their power.

Oregon State University - Researchers measure giant "internal waves" that help regulate climate.

Quranx - Tafsir Ibnu Katsir.

Wikipedia - Aphotic zone & Internal wave.